Kepatuhan LHKPN Rendah, Ini Pembelaan Anggota DPRD DKI

Kepatuhan LHKPN Rendah, Ini Pembelaan Anggota DPRD DKI
Gembong Warsono ( Foto: Istimewa )
Fana Suparman / YUD Senin, 14 Januari 2019 | 18:39 WIB

Jakarta - DPRD DKI termasuk dalam kategori institusi dengan tingkat kepatuhan laporan harta kekayaan penyelenggara negara (LHKPN) yang rendah atau 0 persen. Hal itu diketahui dari laporan KPK yang menyebutkan 106 anggota DPRD DKI sama sekali tidak menyetor LHKPN selama 2018.

Ketua Fraksi PDI-P DKI Gembong Warsono membela diri terkait laporan tersebut. PDI-P merupakan fraksi terbesar di Kebon Sirih. Gembong berdalih, tidak adanya anggota dewan yang menyetor LHKPN akibat padatnya jadwal dewan.

"Data yang harus diinput banyak dan aktivitas kami menyibukkan," kata Gembong, di Jakarta, Senin (14/1).

Gembong mengatakan data yang harus diinput dalam LHKPN sangat rumit sementara jadwal anggota dimulai dari kunjungan kerja atau menemui konstituen cukup padat. Hal itu menyebabkan banyak anggota dewan mengalamin kelambatan dalam menjalani kewajibannya selaku pejabat publik.

Dirinya mengakui pihak KPK beberapa kali mendatangi DPRD dan mengingatkan fraksi tentang tata cara mengisi LHKPN. Dia meyakini kewajiban tersebut bakal dipenuhi paling lambat Februari 2019 ini.

"Kami sudah mulai mendata dan mengumpulkan berkas-berkas," ujarnya.

Sedangkan Ketua Fraksi Bestari Barus malah mengeluhkan kinerja Sekretaris Dewan (Sekwan)!yang menurutnya tidak tangkas mengatur waktu. Sebab Sekwan yang memfasilitasi forum pertemuan antara KPK dengan DPRD DKI terkait sosialisasi LHKPN.

"Sekwannya tidur kali," gurau Bestari.

Deputi Pencegahan KPK Pahala Nainggolan mengungkapkan, DPRD DKI masuk dalam empat DPRD provinsi yang tidak pernah menyampaikan LHKPN 2018 bersama DPRD Lampung, Sulteng dan Sulut.

"Kalau DPRD ini agak sulit karena kalau kami dorong, Ketua DPRD mengatakan, 'waduh itu (urusan) anggota masing-masing', begitu. Mereka sendiri-sendiri. Gubernurnya enggak bisa, juga Sekwan-nya enggak bisa juga," kata Pahala.



Sumber: Suara Pembaruan
CLOSE