Dibutuhkan Teknologi Khusus Ungkap Sidik Jari Peneror Pimpinan KPK

Dibutuhkan Teknologi Khusus Ungkap Sidik Jari Peneror Pimpinan KPK
Karo Penmas Polri Brigjen Dedi Prasetyo memberikan keterangan pers soal Teroris Mujahidin Indonesia Timur (MIT) di Mabes Polri Kamis, 3 Januari 2019. ( Foto: Beritasatu.com/Farouk Arnaz )
Ahmad Salman / AIS Senin, 14 Januari 2019 | 20:34 WIB

Jakarta - Polri masih membutuhkan waktu mengidentifikasi sidik jari pelaku teror bom molotov dan bom palsu di kediaman dua pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Rabu pekan lalu.

Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo mengatakan di Jakarta, Senin (14/1), tim INAFIS membutuhkan suatu teknologi khusus untuk identitas dari sidik jari pemegang botol. Sebab botol bom molotov sempat tersiram air.

“Teknologi penguapan belum muncul. Masih harus cari teknologi lagi untuk bisa memunculkan sidik jari,” jelas Dedi.

Polisi juga kesulitan mengidentifikasi jejak sidik jari pelaku yang menaruh tas berisi bom palsu di pagar rumah Ketua KPK Agus Rahardjo. Sebab terdapat banyak sidik jari.

Penyidik akan terus mengembangkan kasus ini dengan mengandalkan rekaman CCTV yang sempat merekam wajah para terduga pelaku. Termasuk melalui keterangan para saksi

Lihat video:



Sumber: BeritaSatu TV