Pegawainya Dianiaya, KPK akan Bentuk Biro Keamanan

Pegawainya Dianiaya, KPK akan Bentuk Biro Keamanan
Febri Diansyah. ( Foto: Antara )
Aichi Halik / AHL Senin, 4 Februari 2019 | 17:45 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akan mengevaluasi sistem pengamanan setelah dua pegawainya mengalami insiden penganiayaan pada Minggu (3/2) dini hari.

Juru Bicara KPK Febri Diansyah mengatakan, KPK berencana membentuk biro khusus keamanan untuk melindungi pegawai mereka dari teror, diantaranya terkait mitigasi risiko pengamanan, termasuk penguatan kelembagaan.

"Kami sudah menyusun rencana kerja yang lebih rinci terkait dengan mitigasi resiko pengamanan, termasuk penguatan kelembagaan, artinya lembaga ini bisa saja berbentuk biro atau berbentuk unit," kata Febri Diansyah di gedung KPK, Jakarta Selatan, Senin (4/2).

"Hal ini sudah berproses setelah beberapa kejadian yang menimpa penyidik KPK seperti Novel (Baswedan), termasuk rumah dua pimpinan KPK," lanjutnya.

Pembentukan kelembagaan ini, kata Febri, memperhatikan penguatan pengamanan tidak hanya fisik tapi juga data, termasuk aset KPK.

"Ada concern lebih yang memang harus diperhatikan secara internal di KPK untuk penguatan pengamanan, bukan hanya fisik tapi juga informasi, data, dan operasional termasuk aset-aset yang dimiliki oleh KPK," ujar Febri.

Sebelumnya, dua penyelidik KPK dikabarkan dianiaya orang saat bertugas melakukan pengecekan tentang indikasi adanya korupsi, di salah satu hotel di Jakarta.

Kedua penyelidik dianiaya saat ketahuan mengikuti Gubernur Papua Lukas Enembe dalam sebuah rapat di Hotel Borobudur, Jakarta.

Akibat insiden penganiayaan tersebut, dua penyelidik KPK itu mengalami retak pada hidung dan luka sobekan di wajah.

Diketahui, Lukas Enembe sedang mengikuti rapat bersama Ketua DPRD Papua, anggota DPRD Papua, Sekretaris Daerah (Sekda) dan sejumlah pimpinan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di Hotel Borobudur.

Terkait kasus penganiayaan tersebut, KPK melaporkan pihak yang diduga melakukan penganiayaan ke Polda Metro Jaya.



Sumber: BeritaSatu TV