Polri Yakin Mampu Ungkap Teror Pembakaran di Jateng

Polri Yakin Mampu Ungkap Teror Pembakaran di Jateng
Pembakaran mobil marak terjadi dalam beberapa pekan di Jateng.
Farouk Arnaz / FER Kamis, 7 Februari 2019 | 21:51 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Polisi masih juga belum mampu mengungkap teror pembakaran puluhan mobil dan motor di sejumlah wilayah di Jawa Tengah (Jateng). Padahal, tim khusus termasuk Densus 88/Antiteror telah membantu mengungkap kasus ini.

Namun, hingga kini, sampai 27-28 tempat kejadian perkara, belum satupun yang berhasil diungkap. Polisi kembali menyebut pelakunya terencana dan matang dalam membuat teror yang meresahkan itu.

"Kita sedang berupaya dan membentuk tim khusus Bareskrim, Densus 88, dan Baintelkam yang sudah bergerak ke Polda Jateng. Polda Jateng juga sudah bentuk tim khusus untuk mengungkap kasus ini," kata Kadiv Humas Polri, Irjen M Iqbal, di Mabes Polri Kamis (7/2).

Kasus ini, masih kata Iqbal, harus diungkap karena kalau tidak terungkap akan menimbulkan keresahan. Polisi juga terus melakukan upaya pencegahan antara lain menghimbau masyarakat untuk mengoptimalkan sistem keamanan lingkungan.

"Patroli lingkungan ini untuk meminimalisir ruang gerak pelaku. Upaya lain kita minta CCTV untuk ditambah. Tingkat kepedulian masyarakat kita minta ditingkatkan. Patroli polisi juga kita optimalkan di Jateng khusus Semarang, Kendal, dan Grobogan. Doakan saja kita mengungkap kasus ini dan kita yakin kita bisa ungkap kasus ini," sambung Iqbal.

Iqbal mengimbau masyarakat tak perlu resah dan silahkan beraktifitas seperti biasa. Situasi keamanan dari Sabang sampai Merauke, khususnya Jateng, menurutnya juga relatif aman.

Seperti diberitakan minimal ada 27 tempat kejadian perkara. Peristiwa pembakaran terakhir—yang positif—terjadi kemarin pagi di Cepiring, Kendal.

Total ada 29 kendaraan yang dibakar. Rinicannya 19 mobil dan sisanya motor. Modusnya juga semua sama yakni melempar antara pukul 02.00 hingga 05.00 dini hari.

Bahannnya pun sama. Botol berisi bensin, korek kayu, dan kain. Hanya lokasinya yang menyebar. Awalnya di Kendal pada 23 Januari, lalu Semarang, dan Ungaran.



Sumber: BeritaSatu.com