KPU: Jumlah Caleg Eks Koruptor Bisa Bertambah

KPU: Jumlah Caleg Eks Koruptor Bisa Bertambah
Ketua KPU Arif Budiman (tiga kiri), didampingi lima Komisioner KPU (kiri ke kanan), Hasyim Asy’ari, Pramono Ubaid, Ilham Saputra, Wahyu Setiawan, dan Evi Novida Ginting Manik, saat mengumumkan daftar caleg peserta pemilu 2019 dari berbagai partai yang berstatus mantan terpidana korupsi, di media center KPU Pusat, Jakarta, Rabu 30 Januari 2019. ( Foto: SP/Joanito De Saojoao. / SP/Joanito De Saojoao. )
Yustinus Paat / WM Kamis, 7 Februari 2019 | 21:53 WIB

 

Jakarta, Beritasatu.com - Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU), Ilham Saputra mengatakan, pihaknya masih mengalami kesulitan melakukan pengecekan data status hukum para caleg eks koruptor. KPU, kata Ilham, kadang sulit menemukan bukti putusan hukum yang inkrah bahwa yang bersangkutan eks koruptor. Kemungkinan, jumlah caleg eks koruptor bertambah

"Seperti (misalnya) di Papua, ada data yang kami tidak bisa dapatkan. Ada pemberitaan bahwa dia (caleg) merupakan eks koruptor. Tetapi saya belum bisa mendapatkan data bahwa putusan hukum dia itu sudah inkrah," ujar Ilham,  saat dijumpai Beritasatu.com, di Kantor KPU, Jalan Imam Bonjol, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (7/2).

Ketika KPU menelusuri di direktori putusan Mahkamah Agung (MA) status hukum caleg itu, kata Ilham, tidak ditemukan. Begitu juga saat dicari di lembaga pemasyarakatan (lapas) juga tidak ditemukan data caleg tersebut.

"Kondisinya kurang lebih begitu. Mungkin ada administrasi dari institusi lain yang secara akses sedang bermasalah," ungkap Ilham.

Ilham juga membantah anggapan bahwa KPU tidak cermat dalam menghimpun data para caleg eks koruptor. Ilham menegaskan, data 40 caleg eks koruptor dan sembilan calon anggota DPD eks koruptor saat diumumkan pada 30 Januari lalu dipastikan sudah final.

"Ternyata masih ada yang tertinggal. Jadi saya kira ini situasi yang wajar saja. Terus terang saja kami belum punya data di kabupaten/kota dan provinsi. Sehingga yang dikumpulkan oleh teman-teman dari biro teknis ya yang kami punyai saja," jelas Ilham.

Lebih lanjut, Ilham mengatakan, jumlah tambahan eks koruptor belum bisa dipastikan sampai saat ini. Namun, kata Ilham, tambahan jumlah caleg eks koruptor ini berpotensi mencapai 15 nama atau bahkan lebih dari jumlah itu.

"Tunggu saja. Bisa lebih dari 15 nama," pungkas Ilham.



Sumber: BeritaSatu.com