Berusia 18 Tahun, BPOM Luncurkan 7 Inovasi Baru

Berusia 18 Tahun, BPOM Luncurkan 7 Inovasi Baru
Kepala BPOM Penny Kusumastuti Lukito (empat dari kanan) bersama pejabat BPOM meluncurkan 7 inovasi baru pada perayaan HUT BPOM ke-18 di area Car Free Day, lapangan parkir Sarinah, Jakarta, Minggu (10/2). ( Foto: Beritasatu Photo / Dina Manafe )
Dina Manafe / JAS Minggu, 10 Februari 2019 | 11:58 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) kini berusia 18 tahun. Berulang tahun pada 31 Januari 2019, BPOM yang kini dikepalai oleh Penny Kusumastuti Lukito meluncurkan tujuh inovasi baru untuk meningkatkan pengawasan terhadap obat dan makanan.

Tujuh inovasi tersebut terdiri dari, pertama, mengembangan aplikasi Siapik untuk mempercepat persetujuan iklan obat melalui penerapan tiga jalur permohonan dan tanda tangan elektronik (TTE).

Kedua, mengembangkan aplikasi Notifkos-New yang mempunyai fitur verifikasi mandiri untuk memandirikan pelaku usaha dalam menilai data produk serta mengurangi kesalahan pengisian data. Ketiga, pengembangan Surat Keterangan Ekspor (SKE) yang kini memiliki fitur TTE sehingga proses penerbitan SKE menjadi lebih efektif dan efisien.

Keempat, aplikasi New-AERO yang dilengkapi modul untuk variasi dan renewal serta penerapan TTE. Kelima, aplikasi e-sertifikasi Cara Produksi Obat yang Baik (CPOB), dan keenam adalah Cara Distribusi Obat yang Baik (CDOB) terintegrasi dengan sistem Online Single Submission (OSS) yang mendukung kemudahan berusaha, transparansi dan efektif serta memberikan layanan publik yang prima.

Terakhir, penerapan aplikasi 2D Barcode untuk produk obat dan makanan. Melalui 2D Barcode masyarakat dapat berperan aktif dalam proses pengawasan obat dan makanan.

"Melalui gawai (gadget) dalam genggaman, masyarakat sebagai konsumen lebih mudah untuk melakukan identifikasi dan otentikasi produk dengan memindai 2D Barcode untuk mengidentifikasi legalitas nomor izin edar produk," kata Kepala BPOM Penny Kusumastuti Lukito pada puncak peringatan HUT BPOM ke-18 yang diselenggarakan di area Car Free Day, halaman parkir Sarinah, Jakarta, Minggu (10/2) pagi.

Perayaan 18 tahun BPOM ini juga diramaikan dengan senam bersama, bincang Kepala BPOM dengan Vincent-Desta, peluncuran inovasi BPOM, minum jamu bersama serta bazar produk-produk usaha mikro kecil, dan menengah (UMKM) binaan BPOM.

Penny menambahkan, BPOM kini juga memiliki subsite istana UMKM yang dibuat sebagai bentuk upaya kolaborasi, sinergisme dan inovasi di antara kementerian/lembaga dan industri terkait pangan.

Subsite ini merupakan sarana edukasi, sarana komunikasi, dan sarana promosi yang menyediakan informasi tentang UMKM dan produk yang dihasilkan,” ujar Penny.

Penny menambahkan dalam perjalanan 18 tahun BPOM terus mendorong industri obat dan makanan untuk meningkatkan daya saing dan bertransformasi. Ini diperlukan untuk kemudahan dan kemandirian Indonesia dalam menyediakan obat dan makanan yang aman maupun berkualitas.

Di usianya yang ke-18 ini, BPOM juga menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada semua pihak yang telah mendukung dan berkontribusi aktif dalam pengawasan obat dan makanan sesuai dengan bidangnya masing-masing. Apresiasi dan penghargaan tersebut antara lain diberikan kepada jurnalis/media yang aktif mendukung BPOM melalui pemberitaan di media.

Apresiasi juga kepada masyarakat yang aktif mencari dan memberikan informasi melalui HaloBPOM. Kemudian pelaku usaha, sarana pelayanan kesehatan dan pemerintah daerah yang berpartisipasi aktif melalui pemenuhan persyaratan/ketentuan, pengembangan UMKM, serta pelaksanaan komunikasi, informasi dan edukasi.

"Mari kita bersama memastikan keamanan obat dan makanan yang diproduksi, diedarkan, dan dikonsumsi masyarakat, menuju masyarakat Indonesia yang berkualitas dan maju," pungkas Penny.



Sumber: Suara Pembaruan