BPN: Prabowo-Sandi Memenangi Pilpres dengan Selisih 7 Persen

BPN: Prabowo-Sandi Memenangi Pilpres dengan Selisih 7 Persen
Capres-cawapres nomor urut 02 Prabowo-Sandiaga Uno tiba untuk mengikuti debat pertama Pilpres 2019, di Hotel Bidakara, Jakarta, 17 Januari 2019. Debat pertama yang diikuti pasangan capres-cawapres nomor urut 01 Joko Widodo dan Ma'ruf Amin serta pasangan nomor urut 02 Prabowo dan Sandiaga Uno tersebut mengangkat tema Hukum, HAM, Korupsi, dan Terorisme. ( Foto: Antara / Aprilio Akbar )
Robertus Wardi / WM Minggu, 10 Februari 2019 | 23:38 WIB

 

Jakarta, Beritasatu.com - Badan Pemenangan Nasional (BPN) pasangan Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno optimistis Prabowo-Sandi akan memenangkan Pemilihan Presiden (Pilpres) pada 17 April mendatang. Pasangan nomor urut 02 ini akan unggul 7-9 persen dari pasangan Joko Widodo (Jokowi) dan Ma'ruf Amin.

"Kami optimistis bisa memenangkan Pilpres. Kami melihat ada keinginan kuat dari masyarakat," kata anggota BPN Anggawira, kepada Beritasatu.com, di Jakarta, Minggu (10/2).

Anggawira menanggapi hasil survei lembaga Celebes Research Centre (CRC) yangmenyebut pasangan Jokowi-Ma'ruf Amin unggul 25 persen dengan pasangan Prabowo-Sandi. Jokowi-Ma'ruf Amin meraih elektabilitas 56 persen‎, sementara Prabowo-Sandi hanya 31 persen.

Anggawira mengemukakan, objektivitas hasil survei tersebut masih harus diuji lagi. Pasalnya, tren yang terjadi sekarang adalah masyarakat cenderung tidak mau ditanya terkait pilihannya. Masyarakat cenderung tertutup dan menunggu pada hari pemungutan suara 17 April mendatang.

"Sekarang ada banyak data dari lembaga survei, tetapi pertanyaannya adalah apakah saat survei, masyarakat mau berikan informasi secara langsung. Ini patut dipertanyakan," ujar Anggawira.

Anggawira memberi contoh atas survei berbagai lembaga saat pelaksanaan pilkada. Hasilnya banyak survei yang dilakukan sebelumnya, meleset atau berubah pas hari pemungutan suara. Dengan berbagai contoh tersebut, BPN yakin Prabowo-Sandi akan menang meski berbagai lembaga survei menyebutkan Jokowi-Amin unggul.

Menurut Anggawira, era sekarang ini, masyarakat sudah sangat susah untuk diarahkan. Dengan percepatan informasi lewat sosial-media (sosmed), masyarakat menjadi cenderung independen. Mereka sudah tidak lagi harus meniru atau bergantung pada tokoh tertentu dalam masyarakat. Otonomi bergeser ke individu-individu.

"Tidak ada strong figure lagi di masyarakat sekarang ini. Atau tidak ada lagi organisasi yang men-direct pilihan masyarakat. Semua bergantung otonomi pribadi-pribadi," kata Anggawira.



Sumber: Suara Pembaruan