Teror Pembakaran di Jawa Tengah Belum Pasti Terkait Pemilu

Teror Pembakaran di Jawa Tengah Belum Pasti Terkait Pemilu
Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Polri Brigjen Dedi Prasetyo (tengah) saat memberi keterangan di Mabes Polri, Senin, 7 Januari 2019. ( Foto: Beritasatu Photo / Farouk Arnaz )
Farouk Arnaz / AMA Senin, 11 Februari 2019 | 12:14 WIB

Jakarta, Beritasatu.com – Polisi mengatakan teror pembakaran puluhan mobil dan motor di sejumlah wilayah di Jawa Tengah belum dipastikan terkait upaya mengacau pemilu di provinsi yang merupakan kandang banteng itu.

“(Tuduhan teror ini mengacau pemilu) sangat sumir. Tim gabungan masih bekerja, baik dari Polda Jateng maupun Mabes Polri dalam rangka menemukan alat bukti di kurang lebih 27 TKP,” kata Karo Penmas Polri Brigjen Dedi Prasetyo saat ditanya Beritasatu.com di Mabes Polri Senin (11/2).

Polisi, kata Dedi Prasetyo, melakukan penyelidikan secara ilmiah atau scientific crime investigation. Penyidik, kata Dedi, tidak bisa harus cepat mengungkap kasus ini. Hal yang sama terjadi seperti saat polisi menyidik kasus narkoba dan terorisme.

“Jadi mungkin saat ini belum terungkap tapi jika dikemudian hari pelaku mengulangi lagi dan kita saat itu sudah punya alat bukti dan konstruksi hukum yang cukup maka bisa saja kejadian hari ini bisa diungkap,” imbuh Dedi Prasetyo.

Masih menurut Dedi Prasetyo, sama seperti saat polisi berhasil mengungkap kasus Bom Bali 2002 maka kasus-kasus bom yang belum terungkap sebelumnya, seperti bom natal dan bom kedubes Filipina, akhirnya bisa terungkap.

Seperti diberitakan sebelumnya, minimal ada 28 tempat kejadian perkara pembakaran di Jawa Tengah. Total ada 30 kendaraan yang dibakar. Rinciannya 20 mobil dan sisanya motor.

Modusnya juga semua sama yakni membakar antara pukul 02.00 hingga 05.00 dini hari. Bahannnya pun sama. Botol berisi bensin, korek kayu, dan kain. Hanya lokasinya yang menyebar. Awalnya di Kendal pada 23 Januari, lalu Semarang, Ungaran, hingga Grobogan.



Sumber: BeritaSatu.com