Mukernas PMI Bahas Bencana Lombok, Poso, dan Banten

Mukernas PMI Bahas Bencana Lombok, Poso, dan Banten
Wapres RI, Jusuf Kalla, sekaligus Ketua Umum PMI, membuka Mukernas PMI Tahun 2019, di Hotel Aryaduta Jakarta, Senin, 11 Februari 2019. Mukernas PMI tahun ini mengambil tema "Kebersamaan dalam Kemanusiaan". ( Foto: Humas PMI )
Dina Manafe / JAS Senin, 11 Februari 2019 | 14:44 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Palang Merah Indonesia (PMI) menyelenggarakan Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) tahun 2019 pada 11-12 Februari di Jakarta. Mengusung tema “Kebersamaan dalam Kemanusiaan”, kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla pagi tadi.

Mukernas ini dihadiri sekitar 155 peserta yang terdiri dari perwakilan setiap PMI di 34 provinsi, delegasi Federasi Internasional Palang Merah dan Bulan Sabit Merah (IFRC), Komite Palang Merah Internasional (ICRC), dan perwakilan dari Palang Merah negara sahabat. Mukernas kali ini antara lain membicarakan kejadian tiga bencana besar jelang akhir 2018, yaitu gempa bumi di Nusa Tenggara Barat (NTB), gempa bumi dan tsunami di Sulawesi Tengah, serta tsunami Selat Sunda di Banten dan Lampung.

"Dalam ketiga bencana tersebut, PMI membantu masyarakat terdampak bencana, baik saat masa tanggap darurat maupun dalam masa pemulihan," kata Ketua Bidang Organisasi PMI Pusat selaku Ketua Panitia Mukernas 2019, Sasongko Tedjo, Senin (11/2).

Di NTB, PMI melakukan pelayanan di Kabupaten Lombok Barat, Lombok Timur, Lombok Utara, Lombok Tengah, dan Kota Mataram. Sejak masa tanggap darurat hingga pemulihan, PMI telah mendistribusikan sebanyak 22 juta liter air ke masyarakat, memberikan pelayanan kesehatan kepada 11.696 masyarakat terdampak, membangun 43.007 meter pipanisasi air, serta memberikan layanan psikosial kepada 17.681 jiwa di wilayah Lombok. PMI juga membangun 200 unit fasilitas toilet bagi masyarakat terdampak.

Sementara di Sulawesi Tengah, pelayanan PMI dikonsentrasikan di daerah Palu, Sigi, Donggala, dan Parigi Moutong. Hingga saat ini PMI telah mendistribusikan 10 juta liter air, membangun 2.185 hunian sementara, memberikan pelayanan kesehatan kepada 10.885 bagi masyarakat terdampak, dan memberikan pelayanan psikosial kepada 11.905 jiwa yang terdiri dari anak-anak dan lansia. Ditambah PMI juga membangun 129 unit fasilitas toilet untuk membantu masyarakat terdampak.

Di Banten dan Lampung, daerah pelayanan PMI terdapat di daerah Pandeglang, di wilayah Kecamatan Sumur, Tanjung Lesung, Labuan, dan Carita. Sementara untuk wilayah Provinsi Lampung, daerah pelayanan PMI di Kecamatan Rajabasa, Kalianda, Sidomulyo, dan Ketibung. Sampai saat ini, PMI telah mendistribusikan 650.000 liter air bersih, memberikan pelayanan kesehatan bagi 1.162 masyarakat terdampak serta memberikan pelayanan psikososial bagi 2.615 masyarakat terdampak akibat Tsunami.

Pelayanan PMI di NTB, Sulawesi Tengah, Banten, dan Lampung hingga saat ini masih terus berjalan dan telah memasuki masa pemulihan.

"Di masa pemulihan ini, PMI masih memberikan bantuan kepada masyarakat terdampak bencana, seperti air dan sanitasi, kesehatan, dukungan psikososial, bantuan berbasis tunai, dan mata pencaharian,” kata Sasongko.

Mukernas tahun ini merupakan Mukernas terakhir sebelum berakhirnya masa kepengurusan PMI di bawah pimpinan Jusuf Kalla yang telah menjabat dua periode masa bakti kepengurusan, 2009-2014 dan 2014-2019. Selain capaian kinerja di 2018, Mukernas kali ini juga membicarakan rencana kerja PMI untuk periode 2019-2024.



Sumber: Suara Pembaruan