Kasus Penganiayaan Pegawai KPK, Polisi Panggil Sekda Papua

Kasus Penganiayaan Pegawai KPK, Polisi Panggil Sekda Papua
(kiri ke kanan), Wakil Ketua KPK, Alexander Marwata, Wakil Ketua KPK, Laode Muhammad Syarif, Wakil Ketua KPK, Basaria Panjaita, Mantan Ketua KPK, Abraham Samad dan penyidik senior KPK, Novel Baswedan, bersama koalisi dari masyarakat sipil lintas elemen menggelar aksi di Gedung KPK, Jakarta, 15 Januari 2019. Mereka menuntut penuntasan sembilan kali teror terhadap pimpinan maupun pegawai KPK, salah satunya kasus penyiraman air keras penyidik senior KPK Novel Baswedan, serta mendesak Presiden Joko Widodo agar segera membentuk Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF). ( Foto: BeritaSatu Photo / Joanito De Saojoao )
Bayu Marhaenjati / HA Senin, 11 Februari 2019 | 17:23 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya mengagendakan pemeriksaan terhadap Sekretaris Daerah (Sekda) Pemerintah Provinsi Papua Hery Dosinaen, Kamis (14/2) mendatang, terkait kasus penganiayaan pegawai KPK Muhammad Gilang Wicaksono.

"Penyidik sudah melayangkan surat panggilan kepada sekretaris daerah dari Provinsi Papua. Nanti rencananya akan diminta keterangan pada hari Kamis. Kita tungu saja mudah-mudahan yang bersangkutan hadir, dan kami bisa segera cepat untuk menyelesaikan kasus ini," ujar Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Raden Prabowo Argo Yuwono, Senin (11/2).

Dikatakan Argo, rencananya penyidik juga akan meminta keterangan dari Sekretaris Pribadi Gubernur Papua Elpius di Mapolda Metro Jaya, hari ini. Namun, yang bersangkutan melalui pengacaranya meminta penundaan.

"Rencananya kami akan meminta keterangan dari ajudan gubernur Papua. Tapi karena yang bersangkutan sudah ke Papua, minta reschedule untuk ditunda. Masalah teknis pemeriksaan, nanti penyidik yang lebih memahami dan mengetahui," ungkap Argo.

Menyoal kuasa hukum meminta pemeriksaan dilakukan di Jayapura, mengingat sisi jarak dan waktu, Argo menuturkan, bergantung penilaian penyidik nanti.

"Semuanya kan bergantung di penyidik. Penyidik nanti lebih paham, lebih mengetahui seperti apa teknisnya. Kami kembalikan ke penyidik. Apakah nanti dari penyidik dari kami ke Papua atau pun nanti dari Polda Papua akan kami minta bantuan pemeriksaan," kata Argo.

Argo menambahkan, penyidik juga mengagendakan pemeriksaan terhadap dokter yang melakukan perawatan terhadap korban Gilang Wicaksono, hari ini. Namun, dokter juga meminta dijadwalkan ulang pemeriksaan.

"Kami ada agenda memeriksa dokter yang mengoperasi (korban) hari ini. Tapi yang bersangkutan minta reschedule, rencananya dilakukan besok," tandasnya.

Sebelumnya diketahui, polisi menerima laporan kasus dugaan penganiayaan terhadap pegawai KPK Muhammad Gilang Wicaksono, terkait Pasal 170 KUHP, Pasal 211 KUHP dan atau Pasal 212 KUHP tentang pengeroyokan terhadap petugas yang sedang menjalani tugas, 3 Februari lalu.

Kasus dugaan penganiayaan itu terjadi saat menjelang tengah malam 2 Februari, di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat. Saat itu korban sedang ditugaskan untuk melakukan pengecekan lapangan merespons laporan masyarakat tentang adanya indikasi korupsi.



Sumber: BeritaSatu.com