Kuasa Hukum Pemprov Papua Usul Pemeriksaan Saksi di Jayapura

Kuasa Hukum Pemprov Papua Usul Pemeriksaan Saksi di Jayapura
Penyidik KPK di Hotel Borobudur Jakarta. ( Foto: Dok Pemprov Papua )
Bayu Marhaenjati / WBP Senin, 11 Februari 2019 | 18:37 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Kuasa Hukum Pemerintah Provinsi Papua menyambangi Polda Metro Jaya, hari ini untuk koordinasi tentang rencana pemeriksaan terhadap sejumlah pejabat Pemprov Papua terkait kasus dugaan penganiayaan pegawai KPK Muhammad Gilang Wicaksono, di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat.

Roy Rening, selaku pengacara Pemprov Papua mengatakan, pihaknya mengusulkan kepada penyidik agar melakukan pemeriksaan saksi-saksi di Jayapura, Papua. Karena ada sekitar 20 orang yang mendampingi Gubernur Papua Lukas Enembe ketika menghadiri pertemuan resmi, di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat.

"Karena saksi tidak hanya satu, tapi 20 orang yang mendampingi pak gubernur ketika acara di Hotel Borobudur, maka tadi saya mengusulkan agar penyidik memertimbangkan penyidikan terhadap saksi-saksi itu di Jayapura," ujar Roy, Senin (11/2).

Ia menyampaikan, pihaknya mengusulkan pemeriksaan di Jayapura mengingat saksi yang mendampingi gubernur ketika itu merupakan pejabat pemprov, kepala dinas, sekretaris daerah, hingga anggota DPRD. "Kita minta jadwal baru karena ini semua pejabat. Kita minta pemeriksaan di Jayapura, supaya lebih cepat daripada nanti pulang balik-pulang balik susah lagi," ungkap Roy.

Ia menyampaikan, penyidik belum memastikan apakah akan melakukan pemeriksaan di Jayapura. "Belum, kita masih usulkan bagaimana respons Polda karena itu menyangkut Pemerintahan di Papua, karena kita mau hadirkan 20 orang. Tadi kita mengusulkan, tapi belum dijawab karena akan dikoordinasikan oleh pimpinan," katanya.

Sebelumnya diketahui, polisi menerima laporan kasus dugaan penganiayaan terhadap pegawai KPK Muhammad Gilang Wicaksono, terkait Pasal 170 KUHP, Pasal 211 KUHP dan atau Pasal 212 KUHP tentang pengeroyokan terhadap petugas yang sedang menjalani tugas, Minggu (3/4) kemarin.

Kasus penganiayaan itu terjadi saat menjelang Sabtu tengah malam, di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat. Saat itu korban sedang ditugaskan untuk melakukan pengecekan lapangan merespons laporan masyarakat tentang indikasi korupsi.

Usai melakukan serangkaian proses penyelidikan dan gelar perkara terkait kasus dugaan penganiayaan itu, polisi menaikkan status dari penyelidikan menjadi penyidikan. Polisi juga telah mengantongi bukti permulaan yang cukup dan akan memanggil terduga pelaku -diduga dari Pemprov Papua-, dalam pekan ini.



Sumber: BeritaSatu.com