5 Pelajar SMP Dipalak dan Disekap 3 Berandalan

5 Pelajar SMP Dipalak dan Disekap 3 Berandalan
Ilustrasi penyekapan ( Foto: Istimewa )
Aries Sudiono / FMB Selasa, 12 Februari 2019 | 09:53 WIB

Blitar, Beritasatu.com - Sebanyak lima orang siswa-siswi SMP di Kanigoro, Kabupaten Blitar menjadi korban pemerasan dan penyekapan oleh tiga orang pemuda berandalan. Kelima korban, dua perempuan dan tiga laki-laki bersepeda motor dalam perjalanan pulang dari belajar kelompok, diadang ketiga pelaku yang bersenjata tajam kemudian digiring masuk untuk disekap di salah satu ruangan di Pasar Papungan, Kecamatan Kanigoro, Kabupaten Blitar, Minggu (10/2) malam hingga Senin (11/2) pagi.

“Siswa-siswi SMP itu semula dalam perjalanan pulang dari belajar kelompok, Minggu sekitar pukul 22.30 WIB, membeli bensin eceran di salah satu kios di Jalan Kalimantan, Kanigoro. Ketika mereka baru saja meninggalkan kios, mendadak dipepet ketiga pelaku yang langsung melakukan pemalakan. Karena mereka tak memiliki uang, kelimanya dibawa ke salah satu tempat di Pasar Papungan. Di sana mereka ditempatkan pada dua tempat dan disekap semalaman,” ujar Kapolres Blitar AKBP AM Ridha yang dikonfirmasi melalui Kasubag Humas Polres Blitar Iptu Burhannudin, Senin (11/2).

Lebih lanjut pelaku merampas dua buah telepon seluler (ponsel) milik korban masing-masing berinisial BB, DA, FA, MA, dan MS. Selama disekap, tangan mereka diikat dan mulut disumpal kain. Menjelang subuh, korban MA berhasil melarikan diri dari lokasi penyekapan dan meminta pertolongan warga. Kejadian itu selanjutnya dilaporkan polisi yang langsung meringkus kedua pelaku, masing-masing Muhammad Suprastiawan (20), warga Kecamatan Kesamben, dan Mohamad Candra (19), warga Kecamatan Sananwetan.

“Satu orang tersangka pelaku benama Bagus (21) masih buron. Mereka (pelaku) meminta uang untuk beli minuman keras (miras). Karena tak punya uang, ketiga pelaku menyekapnya,” ujar Iptu Burhannudin dan dibenarkan Sunarto (48), salah satu orangtua korban. Unit Reskrim Polsek Kanigoro yang menerima laporan, langsung menangkap kedua pelaku yang kabur sekitar 10 kilometer (km) dari tempat kejadian perkara (TKP) penyekapan. “Kita masih memburu satu tersangka lainnya yang berhasil meloloskan diri,” tambah Iptu Burhannudin.

Kedua pelaku saat ini sudah mendekam di ruang tahanan Mapolres Blitar untuk diminta keterangan dan mempertanggungjawabkan perbuatannya. Mereka terancam pelanggaran Pasal 365 subsider 363 junto Pasal 55 KUHP. Ketiga tersangka pemalakan itu mengaku sudah beberapa kali melakukan hal yang sama namun tidak sampai menyekap. Mereka kembali mengulangi perbuatannya karena kehabisan uang untuk membeli miras.



Sumber: Suara Pembaruan