Tubagus Hasanuddin: Teror di Jateng Bertujuan Mengacau

Tubagus Hasanuddin: Teror di Jateng Bertujuan Mengacau
Polisi memeriksa kasus percobaan pembakaraan mobil yang terparkir di depan rumah warga Rejosari Tengah 2, Semarang Timur. ( Foto: Beritasatu TV )
Carlos KY Paath / WM Selasa, 12 Februari 2019 | 15:04 WIB

 

Jakarta, Beritasatu.com – Serangkaian pembakaran kendaraan bermotor dan pelemparan bom molotov di rumah warga terjadi di Jawa Tengah (Jateng). Aksi ini disebut bukan kriminal biasa, melainkan bertujuan untuk mengacaukan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat di Jateng.

“Situasi di Jateng sesungguhnya itu sudah cukup kondusif. Lalu muncul orang yang membakar, tidak mencuri. Ini bukan kejahatan seperti mengambil barang, lalu dijual. Jadi, tujuannya memang mengacau,” kata mantan Wakil Ketua Komisi I DPR Tubagus Hasanuddin, Selasa (12/2).

Menurut Tubagus Hasanuddin, peristiwa janggal kerap terjadi menjelang pesta demokrasi seperti Pemilu 2019. “Di bulan-bulan, tahun-tahun politik, semua bisa saja terjadi. Contohnya dulu saja di Jawa Timur, ramai 'kolor hijau'. Sekarang mulai pembakaran di Jateng,” ujar Tubagus Hasanuddin.

Tubagus Hasanuddin menyatakan, tidak tertutup kemungkinan teror di Jateng bertujuan untuk menakut-nakuti pendukung pasangan calon presiden dan wakil presiden (paslon) 01, Joko Widodo-Maruf Amin. Hal ini sebagaimana sinyalemen yang diungkap Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri.

“Saya sepakat dengan Bu Mega. Bisa jadi teror itu untuk menakut-nakuti. Saya berharap aparat segera menangkap dan pasti bisa. Kemudian membongkar motifnya. Kalau itu ada berupa kegiatan teror ya harus dibuka dalangnya, harus dibongkar secara tuntas. Karena ini bukan kriminal biasa, tapi membakar untuk menakuti. Teror di tempat yang sudah aman,” tegas Tubagus Hasanuddin.

Tubagus Hasanuddin optimistis pihak kepolisian mengungkap kasus teror tersebut. “Pasti bisa. Teroris yang sembunyi saja bisa ditangkap. Ya kita menunggu saja. Tapi saya berharap Polri bertindak cepat, dan segera buka ke publik. Berikutnya supaya tidak meluas, perlu diberikan kesadaran kepada siapapun bahwa cara-cara teror itu bukan jalan yang baik mencapai tujuan,” tandas Tubagus Hasanuddin.



Sumber: Suara Pembaruan