Warga Menentang Rencana Penutupan Pulau Komodo

Warga Menentang Rencana Penutupan Pulau Komodo
Seorang wisatwan melintas di belakang Komodo (Varanus komodoensis) di kawasan objek wisata Pulau Komodo, Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur, 2 Mei 2017. ( Foto: Antara/Muhammad Adimaja )
Aichi Halik / AHL Selasa, 12 Februari 2019 | 18:21 WIB

Labuan Bajo, Beritasatu.com - Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat berencana menutup lokasi wisata Taman Nasional Komodo dari kunjungan wisatawan selama satu tahun. Penutupan itu dilakukan agar populasi komodo dan rusa di taman nasional itu bertambah.

Namun, rencana gubernur itu ditentang sejumlah warga dan pengusaha jasa wisata di Desa Papagarang, Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat.

"Sumber utama majunya Pulau Komodo adalah pariwisata, penutupan itu akan sangat merugikan kami sebagai warga," kata seorang warga Desa Papagarang, Abdul Mutalib di rumahnya, Selasa (12/2).

Menurutnya, Taman Nasional Komodo adalah aset pemerintah dan juga aset warga setempat yang sudah menjadi sumber mata pencaharian selama bertahun-tahun.

Warga lain, Bahtiar, mempertanyakan mengapa harus Taman Nasional Komodo yang ditutup.

"Seharusnya yang ditutup adalah tempat-tempat masuknya pengebom ikan ke Pulau Komodo," ujar Bahtiar.

"Kalau ini (Taman Nasional) ditutup, saya kira masyarakat akan kembali lagi seperti dulu yaitu mengebom ikan untuk mencari makan," tambahnya.

Selain itu, kata Bahtiar, seharusnya pemerintah memperketat keamanan agar tak terjadi perburuan rusa di Pulau Komodo dan sekitarnya.



CLOSE