Fadli Zon Perkirakan Dana Otsus Papua Berlanjut

Fadli Zon Perkirakan Dana Otsus Papua Berlanjut
Foto udara Jalur Trans Papua di ruas jalan Wamena-Habema, Papua, 9 Mei 2017. Berdasarkan data Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Jalur Trans Papua segmen 5 yakni Wamena-Habema-Kenyam-Mumugu sepanjang 284,3 Km telah tersambung. ( Foto: Antara/Indriarto Eko Suwarso )
Carlos KY Paath / WBP Selasa, 12 Februari 2019 | 19:33 WIB

Jakarta, Beritasatu.com – Wakil Ketua DPR Fadli Zon memperkirakan, dana otonomi khusus (otsus) untuk Papua dan Papua Barat akan terus berlanjut. Hal itu dilakukan dalam rangka percepatan pembangunan di provinisi ujung timur Indonesia tersebut.

“Saya kira akan terus. Otsus itu ya bagian dari sikap politik kita terhadap Papua untuk ada satu afirmasi, supaya terjadi percepatan pembangunan di sana,” kata Wakil Ketua DPR Fadli Zon kepada wartawan di Kantor Sekretariat Nasional Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Jakarta, Selasa (12/2).

Diketahui, penyaluran dana otonomi khusus untuk provinsi Papua akan berakhir pada 2021. Pasalnya, Undang- Undang Nomor 21/2001 tentang Otonomi Khusus Provinsi Papua (UU Otsus) hanya mengatur pengalokasian dana Otsus selama 20 tahun. Nantinya, pemerintah akan mengupayakan perpanjangan dana Otsus Papua melalui revisi UU Otsus Papua.

Fadlil mengatakan, dana otsus bisa digunakan untuk infrastruktur, pendidikan, kesehatan dan ekonomi rakyat.

Menurut Fadli, calon presiden (capres) 02 Prabowo Subianto berkomitmen membangun Papua. “Pembangunan di Papua dipercepat. Nanti Pak Prabowo juga akan ke sana,” ujar Fadli yang juga wakil ketua umum Partai Gerindra.

Mengenai evaluasi dana otsus, Fadli menyatakan, DPR senantiasa terus mengawasi implementasinya. Meski begitu, Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) yang mempunyai hak untuk mengaudit.

“Kami juga sudah minta kepada BPK. Tapi data dari BPK masih terbatas. Kita juga heran kenapa BPK tidak melakukan pendataan dan audit yang lebih tajam,” ucap Fadli.

Fadli menambahkan, dirinya akan meminta lagi BPK untuk mengaudit dana otsus. “Jumlahnya cukup signifikan, cukup besar,” imbuh Fadli.

Untuk diketahui, Fadli merupakan ketua tim pemantau otsus. Tim pemantau bakal berkunjung ke tiga wilayah otsus yakni Papua, Aceh, dan Daerah Istimewa Yogyakarta. Di Yogyakarta, menurut Fadli, tim memantau implementasi peraturan daerah (perda) khusus.



CLOSE