KPU Ingatkan Sanksi Etik terhadap Panelis Jika Bocorkan Soal Debat Pilpres

KPU Ingatkan Sanksi Etik terhadap Panelis Jika Bocorkan Soal Debat Pilpres
Komisioner KPU RI Ilham Saputra (tengah) menerima aktivis Koalisi Bersihkan Indonesia usai melakukan aksi teatrikal bertajuk Kami Ingin Masa Depan, Kami Ingin Energi Bersih, di depan Gedung KPU, Jakarta, Senin 11 Februari 2019. ( Foto: SP/Joanito De Saojoao. / SP/Joanito De Saojoao. )
Yustinus Paat / WM Selasa, 12 Februari 2019 | 21:19 WIB

Jakarta, Beritasatu.com – Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Ilham Saputra mengingatkan para panelis akan sanksi etik jika terbukti membocorkan soal atau pertanyaan debat kepada pasangan calon atau timnya atau pihak lain. Menurut Ilham, para panelis telah diikat oleh pakta integritas yang telah ditandatangani.

“Ada sanksi etik, bahwa dia adalah orang yang melanggar pakta integritas. Dia nanti bisa tidak dipakai lagi,” ujar Ilham, saat dijumpai Beritasatu.com, di Kantor KPU, Jalan Imam Bonjol, Menteng, Jakarta, Selasa (12/2).

Selain itu, kata Ilham, panelis bersangkutan juga akan mendapatkan sanksi sosial. Masyarakat, menurut Ilham, bakal tidak percaya lagi kepada yang bersangkutan karena telah melanggar Pakta Integritas dan membocorkan soal debat. Meskipun demikian, Ilham yakin dengan panelis yang telah dipilih oleh KPU baik integritas dan kepakarannya.

“Saya yakin sama panelis yang kami sudah pilih ini, dan moderator bahwa mereka semua adalah orang yang berintegritas,” ungkap Ilham.

Sebagaiman diketahui, tujuh panelis dan dua moderator debat pilpres yang kedua telah menandatangani pakta integritas di Hotel Sari Pan Pacific, Thamrin, Jakarta Pusat, Sabtu (9/2) lalu. Dalam Pakta Integritas tersebut, disebutkan bahwa panelis dan moderator tidak sedang menjadi anggota parpol, tidak sedang menjadi tim sukses parpol dan bersedia menjalani tugas sebagai moderator dan panelis dengan integritas.

Selain itu, moderator dan panelis juga harus diminta tidak akan membocorkan materi pertanyaan isu strategis debat kepada siapapun dan pihak manapun. Apabila saya melanggar pernyataan dalam pakta integritas ini saya bersedia dikenakan sanksi sesuai pertauran perundangan yang berlaku.

Tujuh orang panelis yang menandatangani pakta integritas adalah rektor Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) periode 2015-2019 Joni Hermana, Rektor Institut Pertanian Bogor (IPB) Arif Satria yang merupakan ahli pertanian dan ekologi manusia, ahli pertambangan Institut Teknologi Bandung (ITB) Irwandy Arif, pakar energi Universitas Gadjah Mada (UGM) Ahmad Agustiawan, pakar lingkungan Universitas Diponegoro (Undip) Sudharto P Hadi, Direktur Eksekutif Walhi Nur Hidayati serta Sekretaris Jenderal Konsorsium Pengembangan Agraria (KPA) Dewi Kartika.

Adapun dua orang moderator yang menandatangani pakta integritas tersebut adalah Anisha Dasuki dan Tommy Tjokro.

Sebagaimana diketahui, debat pilpres kedua ini dijadwalkan digelar di Hotel Sultan, Jl Gatot Subroto, Jakarta Pusat pada Ahad, 17 Februari mendatang. Debat kedua nanti merupakan debat antarcapres, yakni Joko Widodo (Jokowi) dan Prabowo Subianto. Dalam debat kedua, ada sejumlah tema yang akan dibahas, yakni energi dan pangan, SDA dan lingkungan hidup serta infrastruktur.



Sumber: BeritaSatu.com