Soal Anggaran Bocor, Prabowo: Banyak Bukti di KPK

Soal Anggaran Bocor, Prabowo: Banyak Bukti di KPK
Ilustrasi KPK ( Foto: BeritaSatu Photo/Danung Arifin )
Willy Masaharu / YUD Kamis, 14 Februari 2019 | 16:28 WIB

´┐╝Blora, Beritasatu.com - Capres nomor urut 02 Prabowo Subianto kembali menyindir elite di Jakarta yang meraup keuntungan demi kekayaan pribadi. Dia merasa, para elite tersebut telah gagal mengelola Indonesia ke arah yang benar.

Prabowo menjelaskan, elite tersebut sudah berkuasa puluhan tahun. Tapi mereka disebut tidak peduli dengan kepentingan rakyat.

"Ini masalah bangsa kita, elite ini adalah menurut keyakinan saya telah gagal memimpin dan mengendalikan bangsa Indonesia, mengelola bangsa Indoensia. Yang terjadi salah urus, salah kelola, ini mungkin menyakitkan bagi elite itu kalau ada yang mengatakan seperti itu, tapi kenyataan seperti itu," kata Prabowo dalam acara Silaturahmi Bersama Tokoh Masyarakat, Tokoh Agama, Purnawirawan & PPIR di Graha Larasati, Blora, Jawa Tengah, Kamis (14/2).

´┐╝Dalam keterangan yang diterima Beritasatu.com, Prabowo mengakui menjadi bagian dari elite di Jakarta. Dia pun sudah sering kali menasihati untuk mengarahkan bangsa ini ke arah yang benar. Tapi tampaknya tak didengar sehingga membuat dirinya muak.

"Saya mengerti, saya faham, karena saya bagian dari elite juga, saya bagian, tapi saya muak dengan elite itu. Saya merasa berkewajiban, tugas elite selalu membela kepentingan rakyatnya sendiri, tapi elite Indonesia sudah mabuk dengan kekayaan yang mereka nikmati, tidak peduli dengan nasib bangsa Indonesia," jelas Prabowo.

Prabowo pun menjelaskan bagaimana cara elite tersebut mencuri uang rakyat. Salah satunya dengan main proyek.

"Elite kita ini terlalu pintar, pintar, saking pinternya pusing, pintar maling, pintar curi uang rakyat. Saking pintar mencuri uang, seolah benar. Tahu enggak cara mereka (mencuri) paling besar? Melalui proyek, dia bikin proyek, nilainya Rp 100 miliar katakanlah, dia bikin di atas kertas Rp 300 miliar dari hari pertama mereka sudah nyolong, saudara-saudara ini sudah terjadi terus menerus selama puluhan tahun," terang Prabowo.

Prabowo pun mengaku bukan sembarang bicara soal pencurian uang negara. Salah satu bukti yakni banyaknya orang ditangkap KPK dan temuan markup anggaran di Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

"Mau cari bukti? Banyak sekali bukti di KPK saja mungkin banyak sekali, BPK saja temuannya ribuan, belasan ribu temuan yang tidak disentuh dan tidak diurus, coba cek," kata Prabowo.

"Jadi saudara-saudara, kalau begini terus mustahil Indonesia bisa bangkit, bukan saya pesimis, saya bertanggungjawab sebagai salah satu dari unsur pimpinan. Saya diberi kenikmatan, pendidikan, jabatan, pengalaman dan saya adalah pratriot yang cinta negara ini tidak bisa diam," kata Prabowo.

Diketahui, pernyataan Prabowo soal anggaran bocor juga sempat menuai polemik beberapa waktu lalu. Prabowo menyatakan anggaran bocor hingga 25 persen. Hal ini sudah ditanggapi oleh Presiden Jokowi. Jokowi meminta temuan itu segera dilaporkan ke KPK.

"Jangan asal," kata Jokowi sambil menunjuk mulutnya sendiri seusai menghadiri perayaan Imlek Nasional 2019 di Ji-Expo Kemayoran, Jakarta Pusat, Kamis (7/2) lalu.