Kemhub Segera Reaktivasi Jalur KA Rangkasbitung-Labuan

Kemhub Segera Reaktivasi Jalur KA Rangkasbitung-Labuan
Ilustrasi kereta api. ( Foto: Antara )
/ YUD Kamis, 14 Februari 2019 | 17:14 WIB

Serang, Beritasatu.com - Kementerian Perhubungan (Kemhub) siap mereaktivasi atau mengaktifkan kembali jalur kereta api lintas Rangkasbitung-Labuan yang merupakan jalur KA nasional nonaktif sepanjang 56,6 Km.

Kepala Balai Teknik Perkeretaapian Wilayah Jakarta dan Banten Sumardi, Kamis (14/2) mengatakan, diberlakukannya kembali jalur kereta api Rangkasbitung-Labuan rencananya akan dilakukan dengan dua segmen, yakni segmen pertama sepanjang 18,7 KM antara Rangkasbitung - Pandeglang pada tahun anggaran 2019-2021. Sementara itu, segmen kedua sepanjang 37,7 KM antara Pandeglang- Labuan pada tahun anggaran 2020-2022.

Pengaktifan jalur kereta api segmen pertama dan kedua tersebut bertujuan untuk meningkatkan perekonomian wilayah melalui penguatan konektivitas.

"Selain itu, untuk mengurangi kepadatan lalu lintas jalan raya dan meminimalisasi biaya angkutan dan distribusi logistik nasional serta meningkatkan kapasitas angkutan KA untuk mendukung kawasan ekonomi khusus Tanjung Lesung" kata Sumardi.

Sumardi menjelaskan, rencana kegiatan penertiban lahan jalur KA reaktivasi Rangkasbitung - Labuan segmen satu, meliputi wilayah Kabupaten Lebak yang terdiri dari tiga kecamatan yakni Kecamatan Rangkasbitung, Kecamatan Cibadak dan Kecamatan Warunggunng. Menurutnya, untuk Kecamatan Rangkasbitung terdiri dari tiga desa yakni Muara Ciujung Timur, Muara Ciujung Barat dan Cijoro Lebak. Sedangkan Kecamatan Cibadak terdiri dari lima desa yakni Kaduagung Timur, Kaduagung Tengah, Malabar, Mekar Agung dan Kaduagung Barat. Kemudian untuk Kecamatan Warunggunung terdiri dai enam desa yakni Selaraja, Sukarendah, Cibuah, Baros dan Pasir Tangkil.

Untuk Kabupaten Pandeglang, kata dia, terdiri dari tiga desa yakni Babakan Karanganyar, kabayan dan Kadomas. "Kalau ditotal semuanya berjumlah tujuh belas desa yang akan menjadi penertiban lahan" kata Sumardi.

Lebih lanjut Sumardi menambahkan, ruang lingkup kegiatan pembangunan segmen pertama terdiri dari pembangunan tiga unit jembatan KA antara Rangkasbitung - Pandeglang, pembangunan stasiun Pandeglang, pembangunan persinyalan, dan telekomunikasi Rangkasbitung- Pandeglang, serta perbaikan geometri jalan KA dan penataan emplasement atau penambahan sepur di stasiun. "Rencana kami itu penertiban lahan Rangkasbitung - Pandeglang pada segmen satu, melengkapi data dukung proyek dan pembangunan reaktifasi antara Rangkasbitung - Labuan," katanya.

Rencana mereaktivasi jalur tersebut sasarannya yakni peningkatan konektivitas dalam rangka pengembangan wilayah tertinggal, memindahkan angkutan penumpang dari jalan raya serta potensi angkutan barang. "Kita berharap agar program ini bisa berjalan dengan lancar dan bisa bekerjasama, adapun kendala kita hanya di pembebasan lahan dan gedung pemerintah yang berdiri di atas tanah milik PT. Kereta Api Indonesia (KAI)," katanya.



Sumber: ANTARA