Isi Cuitan Pendiri Bukalapak Dianggap Provokatif dan Berbau Politik

Isi Cuitan Pendiri Bukalapak Dianggap Provokatif dan Berbau Politik
Ketua Umum Arus Bawah Jokowi (ABJ), Michael Umbas, disela-sela kegiatan jalan sehat yang diselenggarakan ABJ Tuban, Jawa Timur, Minggu (20/1). ( Foto: Istimewa )
Carlos KY Paath / WM Jumat, 15 Februari 2019 | 15:48 WIB

 

Jakarta, Beritasatu.com - Wakil Kepala Rumah Aspirasi Rakyat 01, Michael Umbas menyesalkan cuitan pendiri Bukalapak, Achmad Zaky. Sebab, cuitan Zaky dianggap bersifat provokatif dan berbau politik.

“Tindakan Achmad Zaky benar-benar tindakan politik. Meskipun dia sudah mengklarifikasi, tapi isi cuitannya yang provokatif seperti ini 'omong kosong industri 4.0 kalau budget R&D (riset dan pengembangan) negara kita kayak gini', jelas merepresentasikan keberpihakan politiknya,” kata Umbas.

Hal itu disampaikan Umbas dalam keterangan sebagaimana diterima Beritasatu.com, Jumat (15/2). “Tengkolah kata 'omong kosong', dijadikan konklusi dan sebagai parameter utama bahwa industri 4.0 Indonesia tidak berkembang,” ujar Umbas.

Menurut Umbas, cuitan Zaky menunjukkan bahwa pemerintah seolah-olah sedang membuat hoax. Pasalnya, berdasarkan kacamata Zaky, tidak ada itikad atau langkah konkret membangkitkan Industri 4.0.

Membandingkan budget R&D Indonesia dengan negara-negara pun dianggap sudah salah kaprah. “Ibarat bayi kita ini baru mau tumbuh, dia (Zaky) sejajarkan dengan negara-negara yang telah menjadi pendulum maupun kiblat industri 4.0,” ujar Umbas.

Sesungguhnya, Umbas menyatakan, Zaky melupakan jutaan persoalan kebangsaan yang akut justru diselesaikan Presiden Joko Widodo (Jokowi) sejak 2014. Umbas menuturkan, pemerintahan Jokowi membangun dari pinggiran, menyiapkan Kartu Indonesia Pintar, dan Kartu Indonesia Sejahtera.

Selain itu juga ada Program Keluarga Harapan (PKH), menjaga pertumbuhan ekonomi, iklim investasi, termasuk membangun konektivitas infrastruktur untuk mewujudkan Indonesia sentris. Umbas mengungkapkan, pembangunan era Jokowi merata untuk semua, bukan hanya Jawa saja.

Komitmen

Kalau infrastruktur tidak dibangun, masih kata Umbas, mustahil Bukalapak bisa berkembang pesat. Sebab, biaya logistik begitu mahal, karena wilayah Indonesia yang sangat luas. Umbas menegaskan, industri 4.0 merupakan mimpi besar yang menjadi komitmen Presiden Jokowi.

Umbas menyebut Jokowi ingin mewujudkan industri 4.0 secara simultan. “Tentu soal rendahnya budget sangat dipahami dan itulah kompleksitas menjadi Presiden, mendahulukan rakyat yang banyak dan heterogen di tengah persoalan serangan hoaks bertubi-tubi,” kata Umbas.

Umbas menambahkan, rekam jejak Jokowi dalam mendukung industri 4.0 sangat jelas dan begitu terang benderang. Misalnya, Jokowi aktif mengajak dan mendukung semua startup nasional terelevasi menjadi unicorn.

Jokowi juga Gojek, Traveloka, dan bahkan Bukalapak. Istimewanya, Jokowi hadir di ulang tahun Bukalapak. Jokowi juga dengan bangga berdiri memotong kue ulang tahun Bukalapak. Bersama anak-anak muda bangsa di antaranya Zaky dan kawan-kawan yang dijadikan acuan bangkitnya industri 4.0.

“Itulah Jokowi. Beliau tak henti-hentinya menciptakan ruang yang kondusif, mulai membangun optimisme, memotivasi dan pelan-pelan menggerakkan potensi industri 4.0 dalam negeri,” demikian Umbas.

Umbas sendiri pernah mendengar ungkapan optimisme dari Jokowi ketika acara IdeaFest. Begini kata Jokowi kala itu “Saran saya, teknologi Indonesia mengintervensi negara lain. Itu yang saya inginkan.” “Kita tahu tak lama berselang Gojek berhasil “menginvasi” Vietnam dan Thailand,” tegas Umbas.

Umbas menyesalkan penggunaan frasa “mudah-mudahan presiden baru bisa naikkan (R&D)” seperti cuitan Zaky. Betapa entengnya Zaky menyebut hal tersebut. “Jelas tidak terelakkan Zaky sudah memilih sikap politiknya tidak memilih Jokowi. Ia menyebut frasa “presiden baru”,” tukas Umbas.

Hal berbeda, menurut Umbas, apabila Zaky menyebut hasil Pemilu Presiden dan Wakil Presiden (Pilpres) 2019, Presiden terpilih bisa menaikkan R&D. Umbas mengaku langsung menghapus Bukalapak dari ponsel pintarnya.

“Ini tidak semata-mata karena soal Jokowi, tapi karena itikad dan gaya politik Zaky yang tak beradab, menihilkan peran pemerintah secara keseluruhan yang justru ikut mendemotivasi para pegiat dan pelaku industri 4.0 yang kini sedang optimis dan menggeliat,” kata Umbas.

“Meminjam ungkapan Thich Nhat Hanh, “Every thought you produce, anything you say, any action you do, it bears your signature.” Jika buka lapak sudah lupa Bapak dan mau buka lapak politik, silakan karena itu hak yang dijamin demokrasi. Good luck Bung Zaky.”



Sumber: Suara Pembaruan