Menunggu Kepastian Kasus Perusakan Rumah di Makassar
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Menunggu Kepastian Kasus Perusakan Rumah di Makassar

Rabu, 20 Februari 2019 | 08:02 WIB
Oleh : YUD

Makassar - Irawati Lauw, warga Jalan Buru, Kecamatan Wajo, Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel) mengaku tak tahu harus berbuat apa lagi agar kasus perusakan rumahnya yang telah berjalan nyaris dua tahun segera mendapatkan kepastian hukum.

Kasus yang ia laporkan sejak 2017 di Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Sulsel tersebut, hingga kini tak memberikan isyarat akan dinyatakan rampung. Meski dalam kasus itu sendiri, telah ditetapkan dua orang tersangka masing-masing bernama Jemis Kontaria yang merupakan pemilik toko emas Bogor dan seorang kontraktor yang bernama Edy Wardus Philander.

"Dua tersangka itu sempat praperadilan karena menolak statusnya sebagai tersangka. Tapi Majelis Hakim Pengadilan Negeri Makassar menolak praperadilannya dan menyatakan status tersangka sah secara hukum," kata Ermias Rarsina, kuasa hukum Irawati, Rabu (20/2/2019).

Jermias mengaku heran lantaran kasus dugaan perusakan rumah secara bersama-sama yang dilaporkan kliennya hingga saat ini tidak memiliki kepastian hukum.

"Berkas tersangka hingga saat ini hanya bolak-balik antara penyidik dan jaksa. Itu berulang-ulang terjadi. Padahal alat bukti pendukung adanya unsur perbuatan melawan hukum sangat sempurna bahkan ada putusan praperadilan yang mengikat," tutur Jermias.

Lebih lanjut Jermias berharap ada upaya lain yang bisa dilakukan oleh kedua institusi penegak hukum yakni penyidik polisi dan jaksa agar kasus yang dilaporkan kliennya punya kepastian hukum dalam hal ini segera dinyatakan rampung (P.21).

"Kami sarankan ada gelar perkara terbuka selain penyidik dan jaksa duduk bersama, tentunya hadirkan kedua belah pihak yakni pihak kami selaku korban dan pihak tersangka sendiri. Agar semua jelas di mana letak masalahnya sehingga kasus ini sulit dinyatakan P.21," harap Jermias.

Ia mengaku terakhir mendapatkan jawaban dari pihak penyidik polisi yang menangani kasusnya, jika berkas tersangka kembali dipulangkan setelah diteliti oleh jaksa. Alasannya, kelengkapan berkas belum terpenuhi sehingga harus dilengkapi kembali dengan rangkaian petunjuk dari Jaksa.

"Kami coba cari tahu apa yang menjadi petunjuk jaksa. Ternyata menurut kami petunjuk jaksa tersebut 'petunjuk buntu' dan kami anggap sebagai biang keladi," terang Jermias.

Pengembalian berkas perkara, beber Jermias, sama sekali tak dibarengi petunjuk jelas dari Fitri selaku Jaksa Penuntut Umum (JPU). Yakni terkait upaya apa atau langkah apa yang harus dilakukan penyidik polisi agar berkas perkara kedua tersangka bisa segera terpenuhi dan dinyatakan lengkap (P21).

Dia menjelaskan JPU hanya sebatas memberi definisi atau batasan mengenai pertanggungjawaban pihak vicarious liability atau pertanggungjawaban pengganti dalam petunjuknya ke penyidik terkait perkara yang dimaksud.

Sementara, secara substansi, menurut Jermias, posisi kedudukan hukum Jemis Kontaria sebagai pemilik bangunan terkesan telah dihilangkan dan menurut JPU Fitri tidak dapat dikenakan sebagai pelaku tindak pidana perusakan dalam kedudukan hukumnya sebagai tersangka.

"Seharusnya secara hukum pengembalian berkas perkara oleh JPU disertai petunjuk ke arah mana jalan keluar pertanggung jawaban pidananya tentang Vicarious Liability. Juga tidak boleh menghilangkan substansi pertanggungjawaban pidana para terlapor yang telah ditetapkan sebagai tersangka dalam putusan praperadilan perkara nomor 32/Pid.Prap/2017/ PN MKs tanggal 19 Desember 2017," tegas Jermias.

Tindakan hukum yang dilakukan Fitri selaku JPU tersebut, dinilai Jermias, telah bertentangan dengan putusan praperadilan yang menetapkan terlapor sebagai tersangka, bahkan terkesan ada itikad menghilangkan pertanggungjawaban pidananya.

"Tindakan jaksa senior di Makassar itu (Fitri), kami duga kuat telah berpihak kepada tersangka dalam pemeriksaan berkas perkara," ujar Jermias.

Berdasarkan alasan dan pertimbangan hukum maupun fakta tersebut, kliennya selaku korban/pelapor menempuh upaya mengadu ke bagian pengawasan Kejagung (Jamwas Kejagung) agar segera dibentuk tim guna memeriksa JPU Fitri yang menangani perkara tersebut sebagai fungsi kontrol dan pengawasan terhadap penuntut umum.

"Kami telah menjelaskan ke Jamwas dan Komjak terkait tindakan JPU dalam penanganan perkara pidana yang kami laporkan. Di mana sebagai JPU, ia melakukan hal yang tidak sesuai dengan tata cara pemeriksaan perkara pidana," terang Jermias.

Secara terpisah, Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Sulsel Kombes Pol Indra Jaya tidak menampik jika berkas perkara para tersangka hingga saat ini terus bolak-balik meski penyidiknya terus berupaya memenuhi kelengkapan berkas sesuai petunjuk yang diberikan JPU.

"Upaya terakhir kami rencana mengundang jaksa untuk duduk bersama dalam gelar perkara khusus yang tujuannya mencari langkah agar kasus ini segera (P.21)," kata Indra melalui pesan singkat.

Diketahui, kasus dugaan perusakan rumah di Jalan Buru, Kecamatan Wajo, Makassar awalnya dilaporkan oleh korbannya, Irawati Lauw pada 8 Agustus 2017 dengan bukti LP Nomor STTLP/343/VIII/2017/SPKT Polda Sulsel.

Dalam perjalanan penyelidikan kemudian ditingkatkan ke tahap penyidikan. Penyidik polda Sulsel kemudian menetapkan dua orang tersangka masing-masing Jemis Kontaria dan Edi Wardus Philander.

Meski keduanya menyandang status tersangka dan dijerat dengan sangkaan pasal 170 KUHP Juncto Pasal 406 KUHP dan atau pasal 167 KUHP, penyidik Polda Sulsel tak menahan keduanya.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


BERITA LAINNYA

Azis Syamsuddin Diduga Suap Eks Penyidik KPK Rp 3,1 M untuk Amankan Kasusnya

Wakil Ketua DPR, Azis Syamsuddin diduga menyuap mantan penyidik KPK Stepanus Robin Pattuju untuk mengurus kasus dugaan korupsi yang menyeret namanya.

NASIONAL | 25 September 2021

Jadi Tersangka Suap dan Ditahan KPK, Azis Syamsuddin Pilih Bungkam

Wakil Ketua DPR, Azis Syamsuddin memilih bungkam setelah menjadi tersangka dan ditahan KPK. Azis menjadi tersangka kasus dugaan suap penanganan perkara.

NASIONAL | 25 September 2021

KPK Langsung Jebloskan Azis Syamsuddin ke Rutan Polres Jakarta Selatan

KPK manahan Wakil Ketua DPR, Azis Syamsuddin di Rutan Polres Jakarta Selatan. Azis telah ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan suap penanganan perkara.

NASIONAL | 25 September 2021

Ketua KPK Umumkan Penetapan Tersangka Azis Syamsuddin

Ketua KPK Firli Bahuri mengumumkan penetapan tersangka Wakil Ketua DPR, Azis Syamsuddin. Azis dijerat atas kasus dugaan suap penanganan perkara.

NASIONAL | 25 September 2021

Setelah Diperiksa, Azis Syamsuddin Diborgol dan Pakai Rompi Tahanan KPK

Wakil Ketua DPR, Azis Syamsuddin rampung diperiksa penyidik KPK. Azis terlihat diborgol dan mengenakan rompi tahanan KPK.

NASIONAL | 25 September 2021

Hari Tani Nasional, Refleksi Kinerja Positif Pertanian Indonesia

Kemtan memastikan berbagai program yang sedang berjalan saat ini sedikit banyaknya sudah memberi dampak besar terhadap kesejahteraan petani.

NASIONAL | 25 September 2021

Indonesia Dinilai Kekurangan Penulis Best Seller

Pandemi covid-19 yang telah berlangsung lebih dari satu tahun merupakan kondisi mewah yang diidamkan bagi penulis dan penikmat buku.

NASIONAL | 24 September 2021

Komnas HAM: Aduan Terhadap Perwira Polisi Layak Ditindaklanjuti

Komnas HAM menilai laporan terhadap AKBP Gafur Siregar atas dugaan kesewenangan membuka kembali kasus yang telah di-SP3 layak untuk ditindaklanjuti.

NASIONAL | 24 September 2021

Aparat Bekuk Ali Kalora Berdasar Hasil Pendalaman dan Pemetaan

Densus 88 Polri mengungkap kerja Satgas Madago Raya membekuk pentolan Mujahidin Indonesia Timur (MIT), Ali Kalora berdasarkan pendalaman dan pemetaan.

NASIONAL | 24 September 2021

Unwira Segera Buka Prodi Teknologi Pangan dan Pendidikan Komputer

Unwira segera membuka prodi baru yang dibutuhkan masyarakat NTT, antara lain teknologi pangan dan pendidikan komputer.

NASIONAL | 24 September 2021


TAG POPULER

# PON Papua


# Tukul Arwana


# Toko Obat Ilegal


# Piala Sudirman


# Suap Pejabat Pajak



TERKINI
Tiongkok Larang Transaksi Cryptocurency, Wall Street Bervariasi

Tiongkok Larang Transaksi Cryptocurency, Wall Street Bervariasi

EKONOMI | 2 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings