Dirintangi Patroli Vietnam, TNI AL Berhasil Tangkap 4 Kapal Pencuri Ikan
Logo BeritaSatu

Dirintangi Patroli Vietnam, TNI AL Berhasil Tangkap 4 Kapal Pencuri Ikan

Senin, 25 Februari 2019 | 23:53 WIB
Oleh : Heru Andriyanto / HA

Jakarta, Beritasatu.com - Kapal patroli TNI Angkatan Laut KRI TOM-357 berhasil menangkap empat kapal perikanan berbendera Vietnam, dan nyaris terlibat insiden dengan dua kapal pemerintah Vietnam yang berupaya menghalangi penangkapan tersebut, menurut keterangan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti, Senin (25/2/2019).

Penangkapan itu dilakukan di Laut Natuna Utara sekitar pukul 07.40 WIB hari Minggu kemarin.

"Pada saat KRI TOM-357 sedang menggiring keempat kapal tersebut, kapal Vietnam Fisheries Resources Surveillance (VFRS) bernama Kiem Ngu 2142124 dan 214263 menerobos masuk ke wilayah ZEE Indonesia dan melakukan manuver yang mengancam (hostile intent) dengan berupaya untuk menghalangi pengawalan empat kapal ikan hingga membahayakan KRI TOM-357," kata Susi dalam keterangannya.

"Namun KRI TOM-357 berhasil menghindar dari manuver tersebut dan melanjutkan pengawalan empat kapal yang ditangkap ke Pangkalan Utama TNI Angkatan Laut yang berada di Tanjung Pinang, Riau."

Susi mengingatkan campur tangan kapal-kapal VFRS ini bukan yang pertama kali terjadi. Pada 19 Februari lalu, kapal VFRS bernama KN-241 juga menghalangi kapal patroli HIU Macan 01 milik Kementerian Kelautan dan Perikanan yang tengah berusaha menangkap empat kapal Vietnam di perairan Natuna Utara.

VFRS berada di bawah Kementerian Pertanian dan Pengembangan Daerah Tertinggal Vietnam, dan merupakan satuan tugas non-militer yang bertanggung jawab untuk melakukan patroli, pengawasan, dan menindaklanjuti pelanggaran hukum serta inspeksi kegiatan perikanan di wilayah perairan Vietnam.

VFRS tercatat memiliki paling tidak 100 kapal (data 2013) yang berfungsi untuk melakukan kontrol kegiatan perikanan dan menangkap kapal ikan asing yang masuk ke wilayah perairan Vietnam berkoordinasi dengan Vietnam Navy, Vietnamese Coast Guard, dan Vietnam Border Defense Force.

Baca juga: Kapal Hiu Macan 01 Diintimidasi Kapal Pengawas Vietnam

"Saya selaku Menteri Kelautan dan Perikanan dan Komandan Satuan Tugas Pemberantasan Penangkapan Ikan secara Illegal kembali menyatakan bahwa Pemerintah Indonesia mengecam keras tindakan kapal milik Vietnam Fisheries Resources Surveillance bernama Kiem Ngu 2142124 dan 214263 yang berupaya merintangi proses penangkapan ikan empat kapal Vietnam oleh KRI TOM-357," kata Susi.

Susi menuntut pemerintah Vietnam "melalui koridor diplomatik resmi, memberikan penjelasan serta pernyataan maaf atas insiden yang terjadi."

Dia menambahkan kapal-kapal ikan berbendera Vietnam merupakan pelaku pencurian ikan terbanyak di Indonesia dibandingkan dengan negara-negara lainnya.

Terhitung sejak Oktober 2014, 488 kapal pelaku pencurian ikan telah ditenggelamkan, dan 276 di antaranya adalah kapal berbendera Vietnam.

Empat kapal Vietnam yang akhirnya berhasil ditangkap kemarin adalah BV 525 TS, BV 9487 TS, BV 4923 TS, dan BV 525 TS, tiga di antaranya sudah mendapat muatan ikan.

"Saya mengucapkan apresiasi yang sangat tinggi dan terima kasih kepada rekan-rekan TNI Angkatan Laut yang telah menjadi garda terdepan dalam menegakkan kedaulatan laut Indonesia terhadap ancaman kapal ikan asing. Perjuangan yang dilakukan oleh rekan-rekan menunjukkan dan menegaskan bahwa Pemerintah Indonesia tidak memberikan toleransi terhadap pencurian ikan di wilayah Republik Indonesia," pungkas Susi.

Kapal nelayan berbendera Vietnam yang beroperasi di perairan Laut Natuna Utara Indonesia, 24 Feb. 2019. (KKP)



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Ma’ruf Amin: Kiai Harus Jaga Umat dan Negara

Kiai harus menyelamatkan umat dari paham-paham radikal dan menyimpang.

NASIONAL | 25 Februari 2019

Jokowi Minta Penerima PKH Punya Rencana Keuangan

PKH merupakan program prioritas pemerintah untuk mengurangi kemiskinan.

NASIONAL | 25 Februari 2019

Moto GP di Mandalika Jadi Daya Tarik Pariwisata

Konsep Sirkuit Mandalika yakni bertipe sirkuit jalanan yang mulai dibangun pada Oktober 2019 dengan target penyelesaian pada 2020.

NASIONAL | 25 Februari 2019

Penyuap Wali Kota Pasuruan Divonis 2 Tahun Penjara

Jaksa KPK Ferdian Adi Nugroho masih menyatakan pikir pikir atas vonis hakim.

NASIONAL | 25 Februari 2019

Seorang Wanita Selundupkan Sabu 392 Gram di Selangkangan

Petugas mengamankan 392 gram sabu-sabu yang disimpan di selangkangan dalam pembalut wanita.

NASIONAL | 25 Februari 2019

Wartawan Tegal Kutuk Kekerasan terhadap Awak Media di Munajat 212

Puluhan wartawan di Kabupaten Tegal berunjuk rasa terkait kasus persekusi yang menimpa sejumlah awak media saat meliput Munajat 212.

NASIONAL | 25 Februari 2019

Gunakan Digital Marketing, PSI Apresiasi Sentra Produksi Tahu Naya Jaya di Tegal

Partai Solidaritas Indonesia (PSI) mengapresiasi sentra produksi tahu yang bernama Nata Jaya di Tegal Jawa Tengah

NASIONAL | 25 Februari 2019

KH Ma’ruf Amin Sebut Alasan Masyarakat Jabar Pilih Jokowi-Amin

KH Ma'ruf Amin mengajak masyarakat Jawa Barat untuk memilihnya bersama Calon Presiden Joko Widodo dalam Pilpres 2019.

NASIONAL | 25 Februari 2019

Kapolda Sumut: Jangan Biarkan Rumah Ibadah Jadi Sarana Tebar Kebencian

Untuk itu, dibutuhkan partisipasi masyarakat untuk menangkal hasutan tersebut.

NASIONAL | 25 Februari 2019

Pesan Ketua PCNU Tegal ke Neno Warisman: Pahami Islam dengan Benar

Ketua Pimpinan Cabang Nahlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Tegal Kiai Misbah menyayangkan doa dari Neno Warisman pada acara Munajat 212 di Monas

NASIONAL | 25 Februari 2019


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS