Dirintangi Patroli Vietnam, TNI AL Berhasil Tangkap 4 Kapal Pencuri Ikan
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Dirintangi Patroli Vietnam, TNI AL Berhasil Tangkap 4 Kapal Pencuri Ikan

Senin, 25 Februari 2019 | 23:53 WIB
Oleh : Heru Andriyanto / HA

Jakarta, Beritasatu.com - Kapal patroli TNI Angkatan Laut KRI TOM-357 berhasil menangkap empat kapal perikanan berbendera Vietnam, dan nyaris terlibat insiden dengan dua kapal pemerintah Vietnam yang berupaya menghalangi penangkapan tersebut, menurut keterangan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti, Senin (25/2/2019).

Penangkapan itu dilakukan di Laut Natuna Utara sekitar pukul 07.40 WIB hari Minggu kemarin.

"Pada saat KRI TOM-357 sedang menggiring keempat kapal tersebut, kapal Vietnam Fisheries Resources Surveillance (VFRS) bernama Kiem Ngu 2142124 dan 214263 menerobos masuk ke wilayah ZEE Indonesia dan melakukan manuver yang mengancam (hostile intent) dengan berupaya untuk menghalangi pengawalan empat kapal ikan hingga membahayakan KRI TOM-357," kata Susi dalam keterangannya.

"Namun KRI TOM-357 berhasil menghindar dari manuver tersebut dan melanjutkan pengawalan empat kapal yang ditangkap ke Pangkalan Utama TNI Angkatan Laut yang berada di Tanjung Pinang, Riau."

Susi mengingatkan campur tangan kapal-kapal VFRS ini bukan yang pertama kali terjadi. Pada 19 Februari lalu, kapal VFRS bernama KN-241 juga menghalangi kapal patroli HIU Macan 01 milik Kementerian Kelautan dan Perikanan yang tengah berusaha menangkap empat kapal Vietnam di perairan Natuna Utara.

VFRS berada di bawah Kementerian Pertanian dan Pengembangan Daerah Tertinggal Vietnam, dan merupakan satuan tugas non-militer yang bertanggung jawab untuk melakukan patroli, pengawasan, dan menindaklanjuti pelanggaran hukum serta inspeksi kegiatan perikanan di wilayah perairan Vietnam.

VFRS tercatat memiliki paling tidak 100 kapal (data 2013) yang berfungsi untuk melakukan kontrol kegiatan perikanan dan menangkap kapal ikan asing yang masuk ke wilayah perairan Vietnam berkoordinasi dengan Vietnam Navy, Vietnamese Coast Guard, dan Vietnam Border Defense Force.

Baca juga: Kapal Hiu Macan 01 Diintimidasi Kapal Pengawas Vietnam

"Saya selaku Menteri Kelautan dan Perikanan dan Komandan Satuan Tugas Pemberantasan Penangkapan Ikan secara Illegal kembali menyatakan bahwa Pemerintah Indonesia mengecam keras tindakan kapal milik Vietnam Fisheries Resources Surveillance bernama Kiem Ngu 2142124 dan 214263 yang berupaya merintangi proses penangkapan ikan empat kapal Vietnam oleh KRI TOM-357," kata Susi.

Susi menuntut pemerintah Vietnam "melalui koridor diplomatik resmi, memberikan penjelasan serta pernyataan maaf atas insiden yang terjadi."

Dia menambahkan kapal-kapal ikan berbendera Vietnam merupakan pelaku pencurian ikan terbanyak di Indonesia dibandingkan dengan negara-negara lainnya.

Terhitung sejak Oktober 2014, 488 kapal pelaku pencurian ikan telah ditenggelamkan, dan 276 di antaranya adalah kapal berbendera Vietnam.

Empat kapal Vietnam yang akhirnya berhasil ditangkap kemarin adalah BV 525 TS, BV 9487 TS, BV 4923 TS, dan BV 525 TS, tiga di antaranya sudah mendapat muatan ikan.

"Saya mengucapkan apresiasi yang sangat tinggi dan terima kasih kepada rekan-rekan TNI Angkatan Laut yang telah menjadi garda terdepan dalam menegakkan kedaulatan laut Indonesia terhadap ancaman kapal ikan asing. Perjuangan yang dilakukan oleh rekan-rekan menunjukkan dan menegaskan bahwa Pemerintah Indonesia tidak memberikan toleransi terhadap pencurian ikan di wilayah Republik Indonesia," pungkas Susi.

Kapal nelayan berbendera Vietnam yang beroperasi di perairan Laut Natuna Utara Indonesia, 24 Feb. 2019. (KKP)



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Moratorium Izin Pinjol Dapat Dukungan Netizen

Langkah pemerintah ini mendapatkan dukungan penuh dari netizen atau warganet.

NASIONAL | 17 Oktober 2021

Fatayat NU Kota Tangerang Gelar Santunan dan Khitanan Massal Gratis

Fatayat Nahdlatul Ulama (NU) Kota Tangerang, Banten, menggelar santunan dan khitanan massal gratis terkait Hari Santri Nasional 2021

NASIONAL | 16 Oktober 2021

Pengamat: Guru Sekolah Swasta Jadi ASN Timbulkan Masalah Baru

Komnas Pendidikan meenyatakan, jika pemerintah butuh guru di sekolah negeri, sebaiknya melalui seleksi ketat untuk menghasilkan guru yang berkualitas

NASIONAL | 16 Oktober 2021

Guru Jadi ASN P3K, Komnas Pendidikan: Sekolah Swasta Kelimpungan

Adanya skema seleksi pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (P3K) guru membuat sekolah swasta kelimpungan kekurangan guru yang andal dan profesional

NASIONAL | 16 Oktober 2021

Mahfud MD: Kesuksesan PON Bukti Rakyat Papua Dukung NKRI

Menko Polhukam, Mahfud MD mengatakan kesuksesan PON XX Papua 2021 membuktikan rakyat dan pemda Papua mendukung NKRI.

NASIONAL | 16 Oktober 2021

P2G Soroti Nasib Guru Honorer Lulus Seleksi P3K Tahap I, tetapi Tak Ada Formasi

Para guru honorer yang telah lulus seleksi P3K tahap I, namun tidak ada formasi dan tidak dapat formasi karena tidak berasal dari sekolah induk

NASIONAL | 16 Oktober 2021

Pemerintah Diminta Buat Aturan Khusus Rekrutmen Guru Honorer dari Sekolah Swasta

Pemerintah diminta untuk membuat aturan khusus untuk dalam rekrutmen guru pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (P3K) dari sekolah swasta

NASIONAL | 16 Oktober 2021

Sekolah Negeri Butuh 1,1 Juta Guru Tahun Ini

Berdasarkan data Kemendikbudristek dan Kemenpan RB tahun 2021, kebutuhan guru ASN di sekolah negeri secara nasional sampai 2021 saja berjumlah 1.090.678

NASIONAL | 16 Oktober 2021

Binus University Gelar PTM Sesuai Arahan Mendikbudristek

Siap memulai pembelajaran tatap muka sesuai arahan Mendikbudristek, Binus University bekerja sama dengan rumah sakit hingga meluncurkan aplikasi mobile khusus.

NASIONAL | 16 Oktober 2021

Anggota Komisi III DPR Minta Kemenkumham Evaluasi Kinerja Kalapas Cipinang

Anggota Komisi III DPR Supriansa meminta Kemenkumham mengevaluasi kinerja Kalapas Cipinang atas dugaan peredaran narkoba yang tersebar melalui media sosial.

NASIONAL | 16 Oktober 2021


TAG POPULER

# Dodi Reza Alex Noerdin


# OJK


# Piala Thomas


# Pinjol Ilegal


# Kasus Covid-19



TERKINI
Indonesia ke Final Piala Thomas, Fajar/Rian: Kemenangan Jojo Tingkatkan Percaya Diri

Indonesia ke Final Piala Thomas, Fajar/Rian: Kemenangan Jojo Tingkatkan Percaya Diri

OLAHRAGA | 15 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings