45 Pejabat Kempupera Akui Terima Suap Terkait Proyek Air Minum
Logo BeritaSatu
INDEX

BISNIS-27 502.788 (4.65)   |   COMPOSITE 6122.88 (45.91)   |   DBX 1370.08 (6.4)   |   I-GRADE 175.932 (2.01)   |   IDX30 492.65 (5.36)   |   IDX80 132.743 (1.46)   |   IDXBUMN20 383.43 (5.77)   |   IDXESGL 136.189 (1.17)   |   IDXG30 136.661 (1.31)   |   IDXHIDIV20 439.142 (4.16)   |   IDXQ30 142.658 (1.28)   |   IDXSMC-COM 284.07 (1.29)   |   IDXSMC-LIQ 340.315 (4.03)   |   IDXV30 130.843 (1.67)   |   INFOBANK15 1002.8 (10.83)   |   Investor33 425.077 (4.4)   |   ISSI 180.015 (1.37)   |   JII 610.57 (6.12)   |   JII70 214.597 (2.04)   |   KOMPAS100 1179.92 (12.31)   |   LQ45 924.668 (10.2)   |   MBX 1646.91 (13.21)   |   MNC36 314.484 (3.35)   |   PEFINDO25 314.75 (0.73)   |   SMInfra18 301.265 (1.98)   |   SRI-KEHATI 359.316 (3.43)   |  

45 Pejabat Kempupera Akui Terima Suap Terkait Proyek Air Minum

Selasa, 26 Februari 2019 | 08:17 WIB
Oleh : Fana Suparman / CAH

Jakarta, Beritasatu.com - Sudah sebanyak 45 pejabat Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kempupera) yang mengaku menerima uang suap terkait proyek pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM). Pengakuan ini setidaknya ditunjukkan para pejabat tersebut dengan mengembalikan uang suap yang pernah mereka terima kepada penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

"Sampai saat ini sudah 45 orang PPK (Pejabat Pembuat Komitmen) di Kempupera yang memegang proyek SPAM di sejumlah daerah mengembalikan uang secara bertahap ke KPK," kata Jubir KPK, Febri Diansyah di Gedung KPK, Jakarta, Senin (25/2/2019).

Uang yang dikembalikan para pejabat Kempupera itu secara total berjumlah Rp 16 miliar, US$128.500 dan Sin$28.100. KPK menghargai sikap koperatif 45 pejabat Kempupera yang mengembalikan uang suap yang mereka terima. KPK menduga masih ada pejabat lain yang menerima aliran dana terkait proyek SPAM. Untuk itu, KPK mengimbau para pejabat yang telah menerima uang suap untuk mengembalikannya.

"Kami Ingatkan juga pada pejabat lain di Kempupera untuk juga mengembalikan uang jika pernah menerima terkait dengan proyek penyediaan air minum. Sekaligus sebenarnya ini juga menjawab beberapa pertanyaan kemarin apakah misalnya dugaan suap atau dugaan aliran dana terkait dengan proyek air minum ini merata atau dinikmati oleh banyak pihak, maka setidaknya sampai hari ini ada 45 orang yang mengembalikan. Mereka yang menjadi PPK yang diduga setidaknya memegang 45 proyek di Kempupera tersebut," kata Febri Diansyah.


KPK, kata Febri, akan terus menelusuri aliran dana ini, termasuk mengusut pejabat-pejabat lain yang diduga turut kecipratan aliran dana dari proyek ini. Selain itu, KPK juga mendalami masifnya pejabat yang menangani proyek air minum yang terindikasi menerima suap.

"Jadi distribusinya masih sebatas 45 orang pejabat selevel PPK tersebut. Kami tentu perlu juga menelusuri lebih lanjut misalnya kenapa fenomena yang cukup masif ini terjadi di Kempupera. Karena itulah KPK juga pernah melakukan pemeriksaan terhadap inspektorat ya pimpinan inspektorat di Kempupera untuk menelusuri lebih lanjut, apakah fenomena ini juga dilihat dalam konteks berjalannya pengawasan internal di Kempupera," ujar Febri Diansyah.

Diketahui, KPK menetapkan empat pejabat Kempupera dan empat pihak swasta sebagai tersangka kasus ini. Empat pejabat Kempupera, yakni Anggiar Partunggul Nahot Simaremare selaku Kepala Satuan Kerja (Kasatker) SPAM Strategis sekaligus Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) SPAM Lampung; Meira Woro Kustinah selaku PPK SPAM Katulampa; Teuku Moch Nazar selaku Kasatker SPAM Darurat; dan Donny Sofyan Arifin selaku PPK SPAM Toba I diduga telah menerima suap dari Budi Suharto selaku Dirut PT Wijaya Kusuma Emindo (WKE); Lily Sundarsih selaku Direktur PT WKE; Irene Irma, Direktur PT Tashida Sejahtera Perkasa (TSP) dan Yuliana Enganita Dibyo, Direktur PT TSP.

Suap tersebut diberikan agar keempat pejabat Kempupera itu mengatur lelang proyek pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum tahun anggaran 2017-2018 di sejumlah daerah agar dimenangkan oleh PT WKE atau PT TSP yang sebenarnya dimiliki oleh orang yang sama. Proyek-proyek tersebut berada di Umbulan 3-Pasuruan, Lampung, Toba 1 dan Katulampa. Tak hanya itu, pejabat Kempupera ini juga menerima suap untuk mengatur lelang terkait pengadaan pipa HDPE di Bekasi dan di daerah bencana di Donggala, Palu, Sulawesi Tengah.

Dalam pengembangan penyidikan kasus ini, KPK mengidentifikasi lebih dari 45 proyek air minum Kempupera yang terindikasi diwarnai praktik suap. Sebagian besar proyek tersebut dimenangkan oleh PT WKE dan PT TSP. Petinggi dua perusahaan tersebut menyuap pejabat Kempupera untuk menggarap proyek-proyek tersebut.



Sumber: Suara Pembaruan


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Tidak Ada Laporan Kerusakan Akibat Gempa 3,7 SR di Palu

Kekuatan guncangan gempa dirasakan lemah dalam kategori MMI III dan tidak memiliki potensi kerusakan terhadap bangunan.

NASIONAL | 26 Februari 2019

Perusakan Rumah di Makassar, Rekonstruksi Bersama Akan Digelar

Rekonstruksi bersama antara polisi dan kejaksaan akan digelar di TKP pada Rabu 27 Februari 2019.

NASIONAL | 26 Februari 2019

Masa Penyidikan Habis, Kasus Ketum PA 212 Dihentikan

Dipastikan kasus ini tidak berlanjut hingga pengadilan dan dihentikan.

NASIONAL | 26 Februari 2019

Rizieq Syihab Sapa Pendukung Prabowo-Sandi di Inggris

Media memegang peranan penting dalam mengawal demokrasi.

NASIONAL | 26 Februari 2019

Dirintangi Patroli Vietnam, TNI AL Berhasil Tangkap 4 Kapal Pencuri Ikan

Kapal-kapal ikan berbendera Vietnam merupakan pelaku pencurian ikan terbanyak di Indonesia.

NASIONAL | 25 Februari 2019

Ma’ruf Amin: Kiai Harus Jaga Umat dan Negara

Kiai harus menyelamatkan umat dari paham-paham radikal dan menyimpang.

NASIONAL | 25 Februari 2019

Jokowi Minta Penerima PKH Punya Rencana Keuangan

PKH merupakan program prioritas pemerintah untuk mengurangi kemiskinan.

NASIONAL | 25 Februari 2019

Moto GP di Mandalika Jadi Daya Tarik Pariwisata

Konsep Sirkuit Mandalika yakni bertipe sirkuit jalanan yang mulai dibangun pada Oktober 2019 dengan target penyelesaian pada 2020.

NASIONAL | 25 Februari 2019

Penyuap Wali Kota Pasuruan Divonis 2 Tahun Penjara

Jaksa KPK Ferdian Adi Nugroho masih menyatakan pikir pikir atas vonis hakim.

NASIONAL | 25 Februari 2019

Seorang Wanita Selundupkan Sabu 392 Gram di Selangkangan

Petugas mengamankan 392 gram sabu-sabu yang disimpan di selangkangan dalam pembalut wanita.

NASIONAL | 25 Februari 2019


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS