Kampanye Hitam Didesain untuk Gerus Elektabilitas Jokowi-Ma’ruf

Kampanye Hitam Didesain untuk Gerus Elektabilitas Jokowi-Ma’ruf
Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat berkunjung ke PLTU Cilacap, Jawa Tengah, 25 Feb. 2019. ( Foto: Kantor Staf Presiden )
Yustinus Paat / WM Selasa, 26 Februari 2019 | 15:05 WIB

 

Kudus, Beritasatu.com – Wakil Sekretaris Tim Kampanye Nasional Jokowi-KH Ma’ruf Amin, Raja Juli Antoni menilai, kampanye hitam yang terus dilakukan bekalangan ini merupakan upaya untuk menggerus elektabilitas Pasangan Calon Presiden dan Wakil Presiden Joko Widodo-KH Ma’ruf Amin. Jokowi, kata Antoni, sudah tidak bisa dikalahkan lagi dengan program dan gagasan sehingga ada pihak yang manfaatkan kampanye hitam dan hoax untuk mengalahkan Jokowi.

“Pak Jokowi sudah tidak bisa dikalahkan lagi dari sisi rekam jejak, program, gagasan, visi dan misi, karena itu mau tak mau gunakan kampanye hitam dan hoax untuk mengalahkan Pak Jokowi dan ini bisa saja didesain untuk mendelegitimasi Pak Jokowi,” ujar Antoni, di sela-sela acara Solidarity Tour Partai Solidaritas Indonesai (PSI) di Kudus, Jawa Tengah, Selasa (26/2).

Antoni khawatir kampanye hitam dan hoax dirancang secara sistematis mempengaruhi pemilih. Pasalnya, kampanye hitam terhadap Jokowi pada tahun 2014 sempat efektif menggerus sedikit elektabilitas Jokowi. Karena itu, Antoni mengimbau kepada semua parpol pengusung Jokowi-Ma’ruf dan para relawan merapat barisan untuk melawan kampanye hitam terhadap Jokowi dan KH Ma’ruf Amin.

“Kita melawannya dengan berbagai cara mulai dari terus menerus memberitakan keberhasilan Pak Jokowi, rekam jejak Jokowi, program Jokowi dan juga jika ada kampanye hitam harus dilaporkan kepada pihak berwajib agar segera ditindaklanjuti,” tandas dia.

Antoni menilai, minimnya prestasi dan gagasan visioner, kreatif dari kubu lawan Jokow membuat kampanye hitam dan hoax menjadi marak. Menurut Antoni, jika ada prestasi dan gagasan visioner membangun Indonesia, maka pemilu akan Indonesia menjadi lebih berkualitas.

“Seharusnya kampanye diisi dengan pertarungan gagasan, prestasi, dan program, tetapi menjadi susah karena hanya Jokowi yang jelas prestasinya, gagasan dan programnya,” ungkap dia.

Lebih lanjut, Antoni mengatakan, pasangan Jokowi-Ma’ruf juga sudah menginstruksikan parpol pendukung dan para relawan agar tidak menggunakan hoax atau kampanye hitam. Tak hanya menginstruksikan, kata Antoni, Jokowi dan Kian Ma’ruf juga memberikan contoh dan teladan tidak menggunakan hoax.

“Leadership dibutuhkan dalam menertibkan para anggota tim kampanye dan pendukung untuk tidak menggunakan kampanye hitam. Kalau masih ada anggota tim atau pendukung yang melakukan kampanye hitam, maka leadership-nya dipertanyakan,” katanya.



Sumber: BeritaSatu.com