2017-2019, Ada Tambahan 98 Terpidana Mati Kasus Narkoba
Logo BeritaSatu

2017-2019, Ada Tambahan 98 Terpidana Mati Kasus Narkoba

Jumat, 1 Maret 2019 | 20:00 WIB
Oleh : Yeremia Sukoyo / ALD

Jakarta, Beritasatu.com - Hukuman mati terhadap bandar besar narkoba akan terus dilakukan selama hukum positif Indonesia masih memperbolehkan. Dengan hukuman mati juga diharapkan dapat menimbulkan efek jera terhadap bandar-bandar besar narkoba. Kendati demikian, untuk melakukan eksekusi tidak bisa dilakukan secara sembarangan dan semena-mena karena menyangkut keberlangsungan hidup seseorang yang tentunya tidak bisa dikembalikan.

Sebelum melakukan eksekusi mati, aparat penegak hukum juga harus dapat memastikan bahwa terpidana mati sudah benar-benar diberikan seluruh hak hukumnya. Celah inilah yang sampai dengan saat ini dimanfaatkan kuasa hukum maupun keluarga terpidana mati untuk terus mengulur-ngulur eksekusi.

Sepanjang periode tahun 2017 sampai dengan awal tahun 2019, ada tambahan sedikitnya 98 terpidana kasus narkoba yang divonis hukuman mati oleh pengadilan. Jumlah tersebut terus bertambah seiring dengan masih ada banyaknya kasus-kasus narkoba lain yang masih berproses hukum.

Jaksa Agung M Prasetyo menegaskan, hingga saat ini hukum positif di Indonesia masih memberlakukan hukuman mati untuk beberapa kejahatan tertentu. Di antaranya seperti kejahatan luar biasa narkoba, pembunuhan berencana, hingga terorisme.
Karena itu, berdasarkan hukum positif yang ada, hakim bisa menjatuhkan hukuman mati sesuai dengan bukti dan fakta yang ada, yang tentunya dilaksanakan dengan penuh kehati-hatian, kesungguhan dan keterbukaan dan tidak bisa sembarangan.

"Semua proses dilakukan secara terbuka, secara terukur, secara objektif, profesional, dan proporsional. Semua hak hukum (tereksekusi mati) pasti diberikan. Termasuk pada saat menghadapi eksekusi, baru akan kita laksanakan setelah semua hak hukumnya dipenuhi," kata M Prasetyo, Kamis (28/3/2019).

Hak hukum yang dimaksud adalah terpidana bisa mengajukan banding ke pengadilan tinggi atau kasasi ke Mahkamah Agung. Bahkan terpidana bisa mengajukan peninjauan kembali jika memang mempunyai bukti baru, termasuk meminta grasi dan ampunan kepada presiden. "Setelah semuanya itu terpenuhi, baru penegak hukum bisa menuju ke tahap selanjutnya, yakni pelaksanaan hukuman matinya," ujar M Prasetyo.

Hingga saat ini Kejaksaan Agung sendiri belum bisa memastikan kapan eksekusi terpidana mati tahap IV dilakukan. M Prasetyo menilai, para terpidana mati juga terus mengulur waktu eksekusi dengan menggunakan hak hukum. Di satu sisi, undang-undang (UU) yang ada juga memberikan peluang.

Di sisi lain, Mahkamah Konstitusi juga memberikan peluang para terhukum mati menguji vonis melalui Peninjauan Kembali (PK) lebih dari satu kali. Selain itu, tidak adanya batas waktu pengajuan grasi juga menjadi kendala tersendiri bagi pelaksanaan eksekusi mati para bandar narkoba.

M Prasetyo mengatakan hukuman mati di Indonesia masih harus dilakukan melihat bahaya yang ditimbulkan oleh pelaku kejahatan yang memang layak dihukum mati. Salah satu bukti kekonsistenan Indonesia dalam upaya perang terhadap peredaran narkoba adalah mengeksekusi mati bandar narkoba yang sudah berkekuatan hukum tetap.

Amnesty International Indonesia sendiri mencatat, pengadilan di Indonesia telah menjatuhkan sebanyak 84 vonis hukuman mati sepanjang tahun 2017 hingga akhir 2018. Dari jumlah itu, sebanyak 47 vonis dijatuhkan pada 2017 dan sisanya sepanjang 2018.
Vonis terbanyak terjadi pada tahun 2016 yaitu 60 kasus. Sementara pada 2015, jumlahnya menurun menjadi 46 vonis. Kemudian, untuk tahun 2014, terdapat 6 vonis yang dijatuhkan, 16 vonis di tahun 2013, dan 12 vonis hukuman mati sepanjang tahun 2012. Hingga saat ini, ada sedikitnya 300 terpidana mati yang menunggu dieksekusi.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: Suara Pembaruan

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Rektor IPB: Badan Pangan Nasional Harus Bisa Wujudkan Kemandirian Pangan

Menurutnya, Badan Pangan Nasional harus bisa mewujudkan kemandirian dan kedaulatan pangan, stabilisasi harga pangan strategis dan menjamin stok pangan nasional.

NASIONAL | 18 Oktober 2021

November, Kemendikbudristek Kembali Gelar Pekan Kebudayaan Nasional

Kemendikbudristek terus berupaya memberikan terobosan yang menarik dalam menghadirkan berbagai kegiatan Pekan Kebudayaan Nasional.

NASIONAL | 18 Oktober 2021

Cuaca Ekstrem Berpotensi Landa 27 Wilayah di Indonesia

BMKG memberikan peringatan dini terkait cuaca ekstrem yang berpotensi melanda 27 wilayah di Tanah Air pada Senin (18/10/2021).

NASIONAL | 18 Oktober 2021

Heart Fund Gandeng Octa Investama Berjangka Buka Perpusatakaan Sekolah di NTT

Salah satu perpustakaan yang dibangun Happy Hearts Indonesia yang berkolaborasi dengan Octa Investama Berjangka ada di SDN Sanpak, Kupang, Nusa Tenggara Timur.

NASIONAL | 18 Oktober 2021

Dave Laksono: Densus 88 Antiteror Masih Sangat Dibutuhkan

Dave Akbarshah Fikarno Laksono menegaskan keberadaan Densus 88 Antiteror Polri masih sangat dibutuhkan.

NASIONAL | 17 Oktober 2021

BNPT Apresiasi Kades di Lampung Selatan Laporkan 30 Warganya Terpapar NII

BNPT mengapresiasi Kepala Desa Sidodadi, Lampung Selatan, Asri Didik Marhadi yang telah melaporkan adanya 30 anak muda warga di desanya terpapar ideologi

NASIONAL | 17 Oktober 2021

Berpotensi Korupsi, Politik Dinasti untuk Tutupi Borok Sebelumnya

Koordinator MAKI, Boyamin Saiman mengatakan, politik dinasti berpotensi korupsi karena menutupi borok dan melanggengkan korupsi yang sebelumnya.

NASIONAL | 17 Oktober 2021

Limbah Makanan di Jatim Mencapai 7,4 Juta Ton per Tahun

Khofifah merekomendasikan masyarakat merencanakan menu makanan secara seksama, sehingga tidak ada yang terbuang.

NASIONAL | 17 Oktober 2021

Presiden Jokowi Apresiasi UDG XIV Menampilkan Keberagaman Budaya Nusantara

Presiden Joko Widodo mengapresiasi Utsawa Dharmagita (UDG) Tingkat Nasional XIV tahun 2021 yang menampilkan beragam budaya Nusantara.

NASIONAL | 17 Oktober 2021

Khofifah: Jatim Siap Jadi Tuan Rumah Konfrensi Internasional OIAA

Khofifah berharap, organisasi alumni Al-Azhar menjadi agen perubahan yang dapat memotivasi masyarakat untuk menggapai pendidikan setinggi mungkin.

NASIONAL | 17 Oktober 2021


TAG POPULER

# Kasus Covid-19


# Piala Thomas


# Kereta Cepat


# Merah Putih


# Formula E



TERKINI
Awali Perdagangan IHSG di Sekitar Garis Datar

Awali Perdagangan IHSG di Sekitar Garis Datar

EKONOMI | 8 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings