Ini Wujud Kerja Nyata BUMN di Era Jokowi

Ini Wujud Kerja Nyata BUMN di Era Jokowi
Presiden RI Joko Widodo bersama Menteri BUMN Ignatius Jonan, Menteri BUMN Rini Soemarmo berserta pejabat terkait, tiba di kompleks Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Ekspansi 1X660 MW di desa Karang Kandri, Cilacap, Jawa Tengah, Senin 25 Februari 2019. ( Foto: SP/Joanito De Saojoao / SP/Joanito De Saojoao )
Carlos KY Paath / FER Rabu, 6 Maret 2019 | 20:29 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Wujud kerja nyata Badan Usaha Milik Negara (BUMN), selaras dengan program Presiden Joko Widodo (Jokowi). Khususnya dalam membangun Indonesia mulai dari Sabang sampai Merauke.

"Kinerja positif ini akan kami jaga dan tingkatkan agar BUMN dapat terus melayani negeri, menjadi agen pembangunan yang berfokus pada peningkatan kesejahteraan masyarakat,” kata Menteri BUMN, Rini M Soemarno, dalam keterangan pers yang diterima Beritasatu.com, Rabu (6/3/2019).

Sebagaimana yang tertuang dalam amanah konstitusi, Rini menegaskan, BUMN harus menjadi agen pembangunan dan agen penciptaan nilai.

BUMN telah merealisasikan pembangunan dan pengoperasian jalan tol sepanjang 782 kilometer (km) hingga reaktivasi rel kereta di Jawa Barat (Jabar) sepanjang 178,8 kilometer serta LRT Palembang dan LRT Jabodetabek.

BUMN juga membangun 27 pelabuhan baru, 100 kapal pendukung tol laut, peningkatan kapasitas peti kemas menjadi 28,8 juta Teus dan dwelling time dari 7 hari pada 2017 hingga sekarang telah menjadi 3 hari.

Untuk sektor udara, terdapat 10 bandara baru untuk menunjang konektivitas udara antar kota besar ke pelosok Nusantara. Di sektor kelistrikan, BUMN juga berkontribusi meningkatkan rasio elektrifikasi menjadi 97,2 persen.

Kapasitas listrik terpasang saat ini telah mencapai 57.822 Megawatt (MW), 53.000 km transmisi, serta 131.000 MVA gardu induk. Sinergitas antar BUMN juga telah berhasil menyambungkan listrik ke lebih 100.000 kepala keluarga (KK) tidak mampu di Jawa Barat (Jabar).

Di sisi lain, BUMN menyalurkan Rp 113,9 triliun kredit usaha rakyat (KUR) untuk 4,3 juta nasabah serta menyalurkan Rp 16,4 triliun kepada 4,2 juta nasabah kredit ultra mikro PNM Mekaar.

Tak hanya itu, BUMN juga merealisasikan BBM satu harga di 123 titik lokasi di Papua, mewujudkan program Kewirausahaan Pertanian di 9 Kabupaten di Jabar, serta mendirikan 76 BUMN Shop di desa tertinggal di Sukabumi, Tasikmalaya dan Ciamis.

"Untuk itu ke depannya, BUMN harus meningkatkan akselerasi dan kinerjanya. Peran BUMN sebagai agen pembangunan dan agen penciptaan nilai pun harus terus ditingkatkan. Langkah kita masih panjang, marilah kita terus kerja, kerja, dan kerja demi kemajuan Indonesia,” ungkap Rini.

Rini menambahkan, BUMN sepatutnya lebih berperan aktif dalam mencetak generasi muda bangsa yang produktif, kreatif dan inovatif lewat program Spirit of Millennials. "Program ini bertujuan untuk mewadahi sekaligus mengajak para karyawan muda BUMN berkontribusi bangun negeri,” ujar Rini.

Kementerian BUMN mencatat, kondisi perseroan pelat merah saat ini sedang menunjukkan tren positif dengan membaiknya laporan kinerja keuangan sepanjang 2018. Hal itu didasarkan laporan kinerja BUMN 2018.

Aset, laba, ekuitas, belanja modal (Capital Expenditure/Capex) sampai dengan kontribusi kepada APBN dalam bentuk pajak, PNBP dan dividen mengalami kenaikan cukup signifikan. Sampai akhir 31 Desember 2018, total aset BUMN telah menembus angka Rp 8.092 triliun.

Jumlah tersebut, mengalami kenaikan Rp 882 triliun dari capaian tahun lalu sebesar Rp 7.210 triliun. Total laba BUMN pun tumbuh menjadi Rp 188 triliun dari Rp 186 triliun pada 2017. Rini menyatakan, belanja modal BUMN tahun 2018 naik signifikan 54,60 persen dari Rp 315 triliun pada 2017 menjadi Rp 487 triliun.

Alokasi terbesar dana itu mengalir ke proyek-proyek infrastruktur yang sedang dibangun Jokowi. Sedangkan kontribusi perseroan terhadap anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) juga naik dari Rp 354 triliun pada 2017 menjadi Rp 422 triliun pada 2018.



Sumber: Suara Pembaruan