Jokowi Berbagi Tips Aman Berkendara Bagi Milenial

Jokowi Berbagi Tips Aman Berkendara Bagi Milenial
Presiden Joko Widodo (berkaus hitam) saat menghadiri acara Deklarasi Millennials Road Safety Festival di sekitar Jembatan Ampera, Kota Palembang, Sabtu, 9 Maret 2019. ( Foto: dok )
Novy Lumanauw / YUD Sabtu, 9 Maret 2019 | 13:37 WIB

Palembang, Beritasatu.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) didampingi Ibu Negara Iriana Joko Widodo berbagi tips aman berkendaraan kepada kaum muda atau yang dikenal dengan istilah milenial saat menghadiri Deklarasi Millennials Road Safety Festival di sekitar Jembatan Ampera, Palembang, Sumatera Selatan, Sabtu (9/3/2019).

"Saya ingin titip, enggak banyak-banyak. Kalau mau berkendaraan tolong dicek betul, pertama lampunya nyala enggak, spionnya harus komplit. Sebelum berkendaraan helm harus siap dan dipakai," ujar Presiden Jokowi.

Tak hanya dari sisi perlengkapan, Kepala Negara juga mengingatkan agar kelengkapan surat seperti SIM dan STNK juga dipersiapkan sebelum berkendaraan.

"Jadi kalau nanti ditanyakan oleh Polantas, kita juga bisa menunjukkan bahwa kita memiliki STNK dan SIM," ucap Kepala Negara.

Di hadapan ribuan anak muda yang memadati Jembatan Ampera, Kepala Negara menegaskan agar para pengendara tidak menggunakan telepon genggamnya saat mengemudikan kendaraan. Hal ini berlaku tidak hanya untuk pengendara sepeda motor, tetapi juga pengendara mobil.

"Tidak boleh loh, waktu berkendaraan tidak boleh main handphone, berbahaya sekali. Naik mobil pun berbahaya sekali, nyetir sambil main handphone. Karena kita ini kalau pas pergi ditunggu keluarga dan orang tua kita di rumah. Jadi hati-hati dalam berkendaraan. Siapkan, cek semua kelaikan kendaraan," katanya.

Menurut Presiden Jokowi, kecelakaan lalu lintas saat ini berada dalam peringkat kelima penyebab kematian di dunia. Sehingga, dia meminta agar masyarakat bisa lebih berhati-hati lagi.

"Kecelakaan di dunia memakan korban, rangking lima. Pertama jantung, penyakit paru-paru, diabetes, dan lain-lain. Nomor lima itu kecelakaan lalu lintas. Hati-hati," ujarnya.

Presiden Jokowi kemudian meminta dua anak muda untuk naik ke panggung. Dalam dialog tersebut, Presiden meminta Henri dan Joni Iskandar, untuk menceritakan pengalamannya berkendaraan dan berbagi pesan kepada warga lainnya.

"Untuk warga Palembang, kalau berkendaraan jangan ngebut. Menurut pengalaman saya, di tempat saya bekerja setiap hari selalu ada kecelakaan. Jadi untuk warga Palembang, tolong taatilah tata tertib lalu lintas," seru Henri.

Sementata itu, Joni Iskandar, mahasiswa semester 8 di salah satu universitas di Palembang, mengaku sering berkendara sepeda motor bolak-balik dari Indralaya menuju Palembang untuk bimbingan skripsi.

"Untuk mahasiswa khususnya yang bolak-balik Palembang-Indralaya harap berhati-hati apalagi kalau jalanan lagi licin, jadi jangan lupa safetynya terutama untuk perlindungan diri kita sehari-hari. Helm, sepatu, jaket, kaos tangan, dan surat-surat kendaraan yang lengkap," pesan Joni.

Tampak hadir mendampingi Presiden Jokowi dan Ibu Iriana, di antaranya Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono, dan Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru.



Sumber: Investor Daily