Jokowi: Kita Sudah Gencar dan Terus Menerus Menekan Perilaku Korupsi

Jokowi: Kita Sudah Gencar dan Terus Menerus Menekan Perilaku Korupsi
Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) ( Foto: Beritasatu TV )
Carlos KY Paath / WM Rabu, 13 Maret 2019 | 18:49 WIB

Jakarta, Beritasatu.com – Semangat untuk membuat Indonesia bebas dari korupsi dimiliki setiap institusi pusat hingga daerah. Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengapresiasi kerja keras seluruh pihak, sehingga Indeks Persepsi Korupsi (IPK) Indonesia membaik.

“Dalam 4 tahun terakhir, kita sudah dengan gencar dan terus menerus menekan perilaku korupsi. Sehingga indeks persepsi korupsi kita menjadi lebih baik dari skor 34 di tahun 2014 meningkat menjadi 38 di tahun 2018,” kata Jokowi.

Hal itu disampaikan Jokowi dalam acara Penyerahan Dokumen Aksi Pencegahan Korupsi Tahun 2019-2020 dan Laporan Pelaksanaan Strategi Nasional Pencegahan Korupsi 2019 di Istana Negara, Jakarta, Rabu (13/3/2019).

Jokowi mengungkap, dirinya juga mendapatkan informasi pelayanan publik yang semakin bebas dari pungutan liar (pungli). Sebagaimana penelitian Lembaga Survei Indonesia (LSI) dan Indonesian Corruption Watch (ICW).

Jokowi menyatakan, pungli pelayanan kesehatan menurun dari 14 persen menjadi 5 persen. Pelayanan catatan sipil dari 31 persen menjadi 17 persen. Meski begitu, angka-angka yang tersisa itu dinilai Jokowi masih cukup tinggi.

“Tentu kita ingin angka ini turun sampai 0 persen. Semuanya kerja lebih cepat dan giat dalam lawan korupsi. Karena kita semua tahu korupsi adalah musuh bersama sebagai bangsa,” tegas mantan gubernur DKI Jakarta tersebut.

Jokowi juga mengatakan, korupsi merupakan penyakit yang menggerogoti kesejahteraan rakyat. Dinding yang menghalangi rakyat untuk bergerak maju. “Tidak ada alasan yang benarkan korupsi dan tidak ada alasan bagi kita untuk tunda aksi mencegah dan berantas korupsi,” kata Jokowi.

Pada kesempatan itu, Jokowi mengapresiasi gerak cepat Tim Nasional (timnas) Pencegahan Korupsi (PK). Memastikan strategi nasional (stranas) pencegahan korupsi segera bisa dilaksanakan. Namun, Jokowi mengingatkan dokumen stranas akan berdebu jika tidak diimplementasikan.

“Sekali lagi, bahwa yang namanya strategi hanya akan jadi dokumen berdebu jika kita tidak melaksanakannya,” tegas Jokowi. Dalam Peraturan Presiden (Perpes) 54/2018 tentang Stranas Pencegahan Korupsi, terkandung semangat kolaborasi membuat Indonesia bebas korupsi.

“Saya ingin tegaskan agar apa yang sudah dituangkan dalam aksi pencegahan korupsi segara dilaksanakan. Jangan hanya dibaca. Jangan ada ego kementerian dan sektoral, karena rakyat sudah tak sabar menanti dan melihat dan ingin merasakan indonesia yang bebas dari korupsi,” tutup Jokowi.



Sumber: Suara Pembaruan