Jalan Labuan Bajo-Ruteng Bisa Dilalui Kendaraan, Bantuan untuk Korban Tanah Longsor Mengalir

Jalan Labuan Bajo-Ruteng Bisa Dilalui Kendaraan, Bantuan untuk Korban Tanah Longsor Mengalir
Pastor Paroki Santo Vitalis Ceonikit, Keuskupan Ruteng, Romo Selus Juanda (kanan) ikut menyiapkan beras untuk korban tanah longsor di Manggarai Barat, di Ruteng, Rabu (13/3/2019). ( Foto: beritasatu.com / Willy Grasias )
Willy Grasias / EHD Kamis, 14 Maret 2019 | 22:46 WIB

Labuan Bajo, Beritasatu.com – Mulai Rabu (13/3/2019), jalan Labuan Bajo, Manggarai Barat (Mabar) – Ruteng, Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT) bisa dilalui kendaraan bermotor. Ada sembilan titik longsor di Desa Liang Ndara dan Desa Tondong Belang, Kecamatan Mbeling, yang membuat jalan negara itu sempat terputus. Longsor itu terjadi sebagai akibat dari hujan deras pada Kamis (7/3/2019) malam hingga Jumat (8/3/2019).

Sebagaimana diberitakan akibat tanah longsor di dua desa tersebut menyebabkan delapan orang meninggal dunia.
Pada Rabu (13/3/2019), titik longsor terakir di Jembatan Wae Lia, Desa Tondong Belang, Kecamatan Mbeliling sudah selesai digusur material longsornya, sehingga jalan Labuan bajo – Ruteng sudah dapat dilalui oleh kendaraan bermotor walau dengan sistim buka tutup karena sempit yang dapat dilalui hanya satu kendaraan.

Dengan bisa dilalui kendaraan jalan tersebut, maka bantuan untuk para korban bencana di dua desa tersebut mengalir.
Pada Rabu (13/3/2019), bantuan untuk para korban bencana terutama untuk korban di Kampung Culu dan Kampung Melo, Desa Tondong Belang, Kecamatan Mbeliling, berasal dari komunits Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) dan Sekolah Tinggi Kesehatan (STIKES) Santo Paulus Ruteng.

Bantuan disalurkan dibawah koordinasi Caritas Kuskupan Ruteng. Bantuan berupa satu ton beras, mie instan, terpal, tikar, sarung, berbagai peralatan dapur, air mineral dan kebutuhan pokok lainnya.

Selain itu, pada Rabu (13/3/2019) juga mahasiswa dan dosen STKIP dan STIKES Santo Paulus bersama Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kabupaten Manggarai bersama Dewan Pastoral Paroki Santo Vitalis Ceonikit mengadakan aksi solidaritas dan peduli kasih dengan korban tanah longsor di Mabar.

Sementara itu, Direktur Pusat Pastoral Keuskupan Ruteng, Martin Chen, yang turut ikut dalam menyalurkan bantuan untuk korban bencana, menyampaikan, kegiatan kemanuaiaan yang dilaksanakan itu merupakan solidaritas umat pada wilayah keuskupan Ruteng yang terdiri dari Kabupaten Manggarai, Manggarai Barat dan Manggarai Timur. “Dengan mengumpulkan uang seratus juta rupiah, beras beberapa ton, pakaian, dan tau kebutuhan para pengungsi,” kata dia.

Sebagaimana diberitakan, hujan deras yang mengguyur Manggarai Barat, Kamis (7/3/2019) malam sampai pagi menyebabkan banjir dan tanah longsor di lima desa di Kecamatan Mbeling dan Kecamatan Komodo, Manggarai Barat.

Akibat tanah longsor itu, delapan orang dinyatakan meninggal dunia. Selain itu, sejumlah rumah tertimbun tanah, serta sejumlah rumah warga tertimbun tanah longsor dan ruas jalan raya dan jembatan terputus. Delapan orang yang meninggal dunia itu semuanya berada di Desa Liang Ndara dan Desa Tondong Belang, Kecamatan Mbeling.



Sumber: BeritaSatu.com