Kena OTT KPK, Romahurmuziy Pernah Terseret Kasus Suap DAK di Kemkeu

Kena OTT KPK, Romahurmuziy Pernah Terseret Kasus Suap DAK di Kemkeu
Ketua Umum PPP Romahurmuziy ( Foto: SuaraPembaruan/Carlos Roy Fajarta )
Asni Ovier / AO Jumat, 15 Maret 2019 | 11:53 WIB

Jakarta, Beritasatu.com – Ketua Umum DPP Partai Persatuan Pembangunan (PPP) M Romahurmuziy (Romy) dikabarkan terkena operasi tangkap tangan (OTT) oleh penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Namun, sampai saat ini belum jelas dalam kasus apa Romy ditangkap KPK.

Berdasarkan penelusuran Beritasatu.com, Jumat (15/3/2019), nama Romy sempat masuk dalam dakwaan Yaya Purnomo, mantan pejabat pada Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan Kementerian Keuangan (Kemkeu). Ketika itu, September 2018, Yaya menjadi terdakwa dalam kasus dugaan suap usulan tambahan dana pertimbangan daerah keuangan daerah pada RAPBN Perubahan 2018.

Kala itu, Juru Bicara KPK Febri Diansyah mengakuia bahwa pihaknya akan melihat sejauh mana fakta-fakta yang muncul di persidangan Yaya. Romy sendiri berkali-kali membantah bahwa dirinya terlibat dalam kasus itu.

Dalam surat dakwaan yang dibacakan jaksa penuntut umum KPK di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Kamis, 28 September 2019, Yaya diduga menerima gratifikasi atas pengurusan DAK Kabupaten Kampar dalam usulan tambahan dana perimbangan RAPBN 2018.

Semula, Bupati Kampar Aziz Zaenal menugaskan Erwin Pratama Putra untuk mengurus DAK Tahun 2018 untuk Kabupaten Kampar. Kemudian, pada Oktober 2017, di kantin Kemkeu, dilakukan pertemuan antara Erwin dan Yaya Purnomo. Pertemuan itu dihadiri juga oleh anggota Komisi XI DPR dari Fraksi Demokrat Amin Santono dan orang kepercayaan Amin, Eka Kamaluddin.

Terkait kasus ini, Romy pernah diperiksa penyidik KPK soal dana sebesar Rp 1,4 miliar yang disita dari rumah salah seorang pengurus PPP. Pengurus PPP yang dimaksud adalah Wakil Bendahara Umum (Wabendum) PPP Puji Suhartono.

Namun, seusai pemeriksaan saat itu, Romy mengatakan bahwa Puji memang memiliki bisnis di luar partai politik, sehingga dirinya tidak tahu urusan yang diduga dari hasil suap itu. Lantas, apakah kasus ini juga yang membuat KPK melakukan OTT terhadap Romy di Surabaya, Jawa Timur?

Menurut informasi, Romy ditangkap penyidik KPK di kantor perwakilan kementerian agama Jawa Timur. Sementara, Ketua KPK Agus Rahardjo belum mau menjelaskan secara detail kasus ini. Dia meminta wartawan untuk menunggu keterangan pers resmi KPK malam ini atau besok pagi.



Sumber: BeritaSatu.com