Rommy Ditangkap KPK, PSI: Pidato Grace Natalie Terbukti

Rommy Ditangkap KPK, PSI: Pidato Grace Natalie Terbukti
Ketua Umum PSI Grace Natalie saat Pidato Politik bertajuk "Beda Kami, PSI dengan Partai Lain” di Acara Festival 11, Medan, Senin (11/3). ( Foto: istimewa )
Yustinus Paat / DAS Jumat, 15 Maret 2019 | 13:57 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Partai Solidaritas Indonesia (PSI) terkejut mendengar berita penangkapan Ketua Umum PPP Romahurmuziy alias Rommy di Surabaya, Jawa Timur. Penangkapan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tersebut menunjukkan bahwa apa yang disampaikan Ketum PSI Grace Natalie dalam pidato politiknya di Festival 11 Medan, terbukti. Komitmen antikorupsi parpol-partai lama masih lemah.

Hal itu diungkapkan Juru Bicara Bidang Hukum PSI, Rian Ernest kepada Beritasatu.com, Jumat (15/3/2019).

"Kami terkejut atas pemberitaan OTT (operasi tangkap tangan) Mas Rommy. PSI menganggap ini kasus hukum dan meminta KPK untuk bekerja secara profesional menangani kasus ini secara tuntas. Kasus ini juga menunjukan pidato ketum PSI benar bahwa komitmen pemberantasan korupsi di tubuh partai politik sangat lemah," ujar Rian Ernest.

Grace Natalie, dalam pidatonya menyindir keras partai-partai lama yang dinilainya memiliki komitmen rendah terhadap antikorupsi sehingga masih banyak anggota parpol yang terjerat kasus korupsi baik yang duduk di legislatif maupun eksekutif.

Grace juga menyindir partai-partai yang masih mengusung caleg mantan terpidana kasus korupsi.

Lebih lanjut, Rian Ernest menilai, kasus OTT Rommy juga menunjukan bahwa penegakan hukum dan pemberantasan korupsi berjalan baik di negeri ini. Kasus ini  menunjukkan Polri pada pemerintahan Presiden Jokowi tidak tebang pilih dalam kasus hukum.

"Jauh dari tebang pilih seperti yang dituduhkan kepada Pak Jokowi. Tidak ada perlindungan hukum yang dilakukan Pak Jokowi kepada siapa pun yang bermasalah secara hukum," tambah  Rian Ernest.

Ketua Umum PPP M Romahurmuziy alias Rommy ditangkap oleh penyidik KPK di Surabaya, Jawa Timur. Berdasarkan informasi Beritasatu.com, Romy diduga ditangkap terkait kasus suap di Kementerian Agama (Kemag).

Kapolda Jatim Irjen Lucky Hermawan membenarkan bahwa KPK menangkap Rommy. “Benar,” kata Lucky saat dihubungi Beritasatu.com, Jumat (15/3/2019).

Lucky menjawab pertanyaan soal apakah benar Rommy ditangkap KPK dan diperiksa di Polda Jawa Timur. Namun, Lucky tidak menjawab saat ditanya di mana tepatnya Romy ditangkap dan dalam kasus apa.

Sementara, Ketua KPK Agus Rahardjo membenarkan ada operasi tangkap tangan yang dilakukan pihaknya di Jatim. “Betul ada giat (kegiatan) KPK di Jatim. Saat ini sedang dilakukan pemeriksaan oleh KPK bertempat di Polda Jatim,” ujar Agus kepada Beritasatu.com di Jakarta, Jumat (15/3/2019).

Ketua KPK mengatakan, status penangkapan itu akan ditentukan sesuai KUHAP setelah pemeriksaan selesai. “Tunggu Konferensi pers lanjutannya di KPK nanti malam atau besok pagi,” kata Agus.



Sumber: BeritaSatu.com