Romi Diduga Berulang Kali Terlibat Jual Beli Jabatan di Kemag

Romi Diduga Berulang Kali Terlibat Jual Beli Jabatan di Kemag
Foto arsip: Romahurmuziy menjawab pertanyaan wartawan di Gedung KPK Jakarta, 3 Desember 2014. ( Foto: Antara/Toni )
Fana Suparman / HA Jumat, 15 Maret 2019 | 16:16 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menduga Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Romahurmuziy telah berulang kali terlibat dalam transaksi terkait pengisian jabatan di lingkungan Kementerian Agama (Kemag).

Diketahui, Romi, sapaan Romahurmuziy, bersama empat orang lainnya yang terdiri dari pihak swasta dan pejabat Kemag ditangkap dalam operasi tangkap tangan (OTT) di Jawa Timur, Jumat (15/3).

"Tadi pagi tim KPK mengamankan lima orang setelah diduga terjadi transaksi yang kesekian kalinya," kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah di Gedung ACLC KPK, Jakarta, Jumat (15/3/2019).

Meski demikian, Febri masih belum merinci "transaksi kesekian kali" tersebut terkait pengisian jabatan atau jual beli jabatan untuk satu kali rotasi atau telah terjadi transaksi setiap adanya pengisian jabatan di Kementrian Agama. Febri mengatakan, pihaknya masih mendalami hal tersebut.

"Tentu kami perlu mendalami lebih lanjut informasi-informasi tersebut," katanya.

Dalam OTT ini, selain menangkap lima orang, termasuk Romi, tim Satgas KPK juga menyita uang tunai yang diduga barang bukti transaksi yang melibatkan Romi dan pejabat Kementerian Agama. Namun, Febri belum merinci nominal uang yang disita tim Satgas.

"Ada uang yang kami amankan juga karena itu diduga adalah bagian dari transaksi yang diindikasikan melibatkan penyelenggara negara tersebut. Transaksi ini dari identifikasi yang sudah kami lakukan diduga terkait dengan pengisian jabatan di Kementerian Agama baik di pusat ataupun di daerah," katanya.

Saat ini, kelima orang yang ditangkap, termasuk Romi sedang diperiksa intensif oleh tim Satgas KPK di Mapolda Jawa Timur. KPK berencana membawa kelima orang tersebut ke Jakarta untuk pemeriksaan lanjutan di Gedung KPK.

Lembaga Antikorupsi itu memiliki waktu 1x24 jam untuk menentukan status hukum Romi dan empat orang lainnya. Febri berjanji informasi lebih rinci mengenai jual beli jabatan di Kemag yang diduga melibatkan Romi ini akan disampaikan dalam konferensi pers.



Sumber: Suara Pembaruan