Wanda Hamidah Sebut Seorang Ibu Perlu Jadi Pembimbing Anak

Wanda Hamidah Sebut Seorang Ibu Perlu Jadi Pembimbing Anak
Wanda Hamidah. ( Foto: Suara Pembaruan/Dina Fitri Anisa )
Carlos KY Paath / WM Jumat, 15 Maret 2019 | 14:13 WIB

Jakarta, Beritasatu.com – Istri terduga teroris Husain alias Abu Hamzah meledakkan diri bersama dua anaknya. Peristiwa ini disesalkan politisi Partai Nasdem Wanda Hamidah. Bagi Wanda, seorang ibu semestinya menjadi pembimbing anak-anak.

“Harusnya aksi semacam itu tidak perlu terjadi. Saya sebagai seorang ibu tidak mungkin mengorbankan masa depan anak hanya untuk ambisi,” demikian Wanda dalam keterangan seperti diterima Beritasatu.com, Jumat (15/3/2019).

Wanda mengungkap, aksi radikal dengan ikut mengorbankan anak-anak sebelumnya terjadi di Surabaya, Jawa Timur. Menurut Wanda, peranan orangtua, khususnya ibu, penting untuk menanamkan pendidikan terhadap anak-anak.

“Saya selalu menekankan pentingnya pendidikan bagi anak. Oleh karena itu kita mendukung penuh program Kartu Indonesia Pintar,” ujar calon anggota legislastif (caleg) DPR daerah pemilihan Jakarta Timur ini.

Wanda optimistis radikalisme tidak akan tumbuh subur di Indonesia. Sebab, Presiden Joko Widodo senantiasa menekankan pentingnya Pancasila. Misalnya, melalui pembentukan Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP).

“Dibentuknya BPIP adalah komitmen serius Pak Jokowi memberantas paham radikal di Indonesia. Masyarakat juga jangan hanya menunggu, laporkan penegak hukum jika ada kegiatan mencurigakan di lingkungan rumah,” ucap Wanda.

Seperti diketahui, Abu Hamzah terduga teroris di Sibolga, Sumatera Utara ditangkap oleh Detasemen Khusus 88 Markas Besar Polri pada penggerebekan, Selasa (12/3). Ironisnya, dalam upaya penggeledahan di rumahnya, sang istri tak mau menyerahkan diri.

Malah, bersama kedua anaknya memutuskan untuk meledakkan diri. Abu Hamzah mengakui, apabila istrinya tersebut lebih ekstrem terpapar paham radikalisme ISIS. Karena itu, istrinya tak mau menyerah dan memilih meledakkan diri bersama kedua anaknya.



Sumber: Suara Pembaruan