Pesantren Genggong Keluarkan Maklumat Dukung Jokowi-Ma’ruf

Pesantren Genggong Keluarkan Maklumat Dukung Jokowi-Ma’ruf
Pesantren Genggong, Kabupaten Probolinggo mengeluarkan maklumat agar santri dan alumni pesantren itu mendukung capres-cawapres nomor 01, Jokowi-Ma'ruf AMin. ( Foto: istimewa )
Bernadus Wijayaka / BW Jumat, 15 Maret 2019 | 22:47 WIB

Probolinggo, Beritasatu.com - Kubu capres-cawapres Joko Widodo-KH Ma’ruf Amin terus mendapatkan basis dukungan pesantren.

Kali ini, sesepuh Pesantren Genggong, Kabupaten Probolinggo mengeluarkan maklumat agar santri dan alumni Genggong mendukung capres-cawapres nomor 01.

“Benar, para masyayikh atau sesepuh Pesantren Genggong memang mengeluarkan maklumat yang berisi tiga poin,” ujar pengasuh Pesantren Genggong, KH Muhammad Haris, Jumat (15/3/2019).

Ketiga poin maklumat itu berisi ajakan kepada para santri dan alumni Genggong agar menggunakan hal pilih dalam Pemilu 2019.

Kemudian kedua, agar para santri dan alumni menciptakan Pemilu 2019 aman, damai, dan beradab.
Poin terakhir, agar santri dan alumni Genggong mendukung pasangan nomor 01 Jokowi-KH Ma’ruf dalam Pilpres 2019.

Maklumat Masyayikh Pesantren Genggong itu ditandatangani 11 kiai dari keluarga besar Genggong. Ke-11 kiai itu adalah, KH Moh Hasan Mutawakkil ‘Alallah, KH Moh Hasan Abdel Bar, KH Moh. Hasan Saiful Islam, KH Moh Hasan Zidni Ilman, KH Moh Hasan Ainul Yaqin, KH Moh Hasan Naufal, Gus Muhammad Haris, Noor Hasan Ahsan Malik, KH Moh Hasan Maulana, Non Ahsan Qoramrus Zaman, dan KH Ahsan Habibi Fillah.

Dalam maklumat tertanggal 13 Maret 2019 tersebut, Gus Haris juga ikut menandatanganinya. “Karena yang mengeluarkan maklumat para masyayikh, para sesepuh Genggong, tentu para santri dan alumni akan sam’an wa tho’atan (mendengar dan patuh),” ujar Gus Haris, panggilan akrab KH Muhammad Haris, dalam keterangan tertulisnya.

Pengasuh (Utama) Pesantren Genggong, KH Moh Hasan Mutawakkil ‘Alallah membenarkan, beredarnya maklumat masyayikh Genggong tersebut.

Terkait Pilpres 2019, sebelumhya akhir Februari 2019 lalu, Gus Haris bersama ribuan santri Genggong menggelar Deklarasi Antihoax. Saat itu memang, belum ada “isyarat” dari masyayikh untuk mendukung capres-cawapres.

Saat deklarasi, Gus Haris memberikan pernyataan, hoax termasuk fitnah sehingga dihukumi dosa besar. “Kami ingin Pemilu 2019 berlangsung damai karena itu hindari hoax, jangan menebar berita bohong dan fitnah,” ujar Gus Haris.



Sumber: Suara Pembaruan