Produksi Hoax Dinilai Berkolerasi dengan Kepentingan Politik

Produksi Hoax Dinilai Berkolerasi dengan Kepentingan Politik
Ilustrasi anti-"hoax". ( Foto: Antara )
/ FER Sabtu, 16 Maret 2019 | 16:06 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Direktur Eksekutif Indonesian Public Institute (IPI), Karyono Wibowo, menilai ada korelasi yang kuat antara informasi bohong atau hoax dengan kepentingan politik tertentu. Pasalnya, dari data yang ada, hoax yang beredar didominasi konten politik.

"Hoax tentang politik lebih banyak dibandingkan konten lain, trennya semakin meningkat. Dari 771 konten hoax, ada 181 hoax politik," kata Karyono dalam diskusi bertajuk "Implikasi dan Konsekuensi Kampanye Menggunakan Hoaks dalam Pemilu 2019", di Jakarta, Sabtu (16/3/2019).

Karyono mengatakan, tren produksi dan sebaran hoax meningkat cukup tajam. Dari hasil temuan terbaru Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo), terdapat 771 konten hoax selama Agustus 2018 sampai dengan Februari 2019.

Dari jumlah itu, menurut Karyono, didominasi hoax yang berbau politik dimana terdapat 181 konten terkait dengan isu politik yang menyerang kedua pasangan calon presiden maupun partai politik (Parpol).

"Data dari Masyarakat Anti-fitnah Indonesia dan Kemkominfo, peredaran hoax selama Januari 2019 didominasi tentang politik," ujar Karyono.

Karyono menilai, hoax diproduksi dan direproduksi untuk mempengaruhi pemilih. Namun, yang terjadi adalah kampanye kehilangan substansi dan justru yang terjadi adalah narasi ujaran kebencian, saling serang, dan menghasut.

"Ketika hoax masuk industri, maka bisa menjadi komoditas bisnis untuk mendapatkan keuntungan, itu membuat Indonesia darurat hoax," tandas Karyono.



Sumber: ANTARA