Mafindo Sebut Ada 997 Hoax Sepanjang 2018

Mafindo Sebut Ada 997 Hoax Sepanjang 2018
Ilustrasi anti-"hoax". (Foto: Antara)
/ CAH Sabtu, 16 Maret 2019 | 22:21 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Masyarakat Antifitnah Indonesia (Mafindo) mengatakan ada 997 kabar bohong atau hoax sepanjang 2018 hingga Januari 2019 dan 488 di antaranya, atau 49,94 persen, bertema politik.

"Meningkatnya jumlah hoax dengan tema politik yang berhasil kami verifikasi berpotensi mengancam kualitas pesta demokrasi terbesar dalam sejarah bangsa Indonesia," kata Ketua Presidium Mafindo Septiaji Eko Nugroho melalui siaran pers yang diterima di Jakarta, Sabtu (16/3/2019).

Septiaji mengatakan hoax bertema politik tidak hanya akan merusak akal sehat calon pemilih, tetapi juga mendelegitimasi proses penyelenggaraan pemilu, dan merusak kerukunan masyarakat yang mengarah ke disintegrasi bangsa.

Septiaji mengatakan sepanjang Juli hingga Desember 2018 terdapat 259 kabar bohong yang menyasar pasangan calon presiden dan wakil presiden, pemerintah pusat, figur terkemuka, partai politik dan pemerintah daerah.

Khusus untuk kabar bohong yang menyasar pasangan calon presiden dan wakil presiden, pasangan 01 Joko Widodo-KH Ma'ruf Amin menerima 75 hoax atau 28,96 persen dan pasangan 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Salahudin Uno menerima 54 hoax atau 20,85 persen.

Sedangkan pada Januari 2019, total terdapat 109 kabar bohong didominasi bidang politik, yaitu 58 buah. Pasangan 02 menerima 21 kabar bohong atau 36,20 persen dan pasangan 01 menerima 19 kabar bohong atau 32,75 persen.

Septiaji mengatakan angka kenaikan jumlah kabar bohong tersebut seharusnya menyadarkan seluruh bangsa Indonesia bahwa hal itu masih menjadi masalah bersama yang akan merugikan semua pihak.

"Hanya jika kita menjadi masyarakat sadar fakta maka kita bisa melanjutkan kehidupan demokrasi dengan baik. Kami memohon para elit politik untuk tidak menggunakan atau membiarkan 'hoax' untuk kepentingan elektoral," katanya.



Sumber: ANTARA