Malaysia Puji Reformasi Birokrasi di Indonesia

Malaysia Puji Reformasi Birokrasi di Indonesia
Graduate School of Business Malaysia National University, John Xavier. ( Foto: Beritasatu TV )
Zumrotul Muslimin / ZTM Senin, 18 Maret 2019 | 19:16 WIB

Nusa Dua, Beritasatu.com - Reformasi birokrasi Indonesia mendapat pujian dari negara tetangga, Malaysia. Reformasi birokrasi yang dijalankan oleh Indonesia dinilai sudah sangat baik.

Indonesia dinilai memiliki komitmen yang kuat membuat birokrasi menjadi lebih baik dan lebih efisien lagi. Selain itu pemerintah Indonesia berkomitmen menghasilkan kualitas pelayanan publik untuk masyarakat.

“Saya rasa reformasi birokrasi di Indonesia telah berjalan sangat baik. Indonesia telah membuat suatu awalan yang sangat baik,” ujar Graduate School of Business Malaysia National University, John Xavier.

Pernyataan itu dilontarkan John Xavier dalam acara International Reform Policy Symposium and Regional Workshop 2019 di Bali Nusa Dua Convention Center (BNDCC), Senin (18/3/2019).

Menurutnya reformasi birokrasi telah menjadi prioritas utama agenda pemerintah Malaysia. Arah dan tujuannya pun sama dengan Indonesia, seperti penerapan e-government dan performa kinerja.

“Kita di jalur sama dan reformasi administrasi publik adalah mengenai meningkatkan pelayanan publik. Saya rasa Indonesia dan Malaysia, serta negara lainnya juga bergerak ke arah sama. Beberapa negara mungkin lebih lambat progresnya, tapi itu dikarenakan sejarah yang mempengaruhi,” kata Xavier.

Terkait e-government, Xavier mengapresiasi terbitnya Peraturan Presiden Nomor 95 tahun 2018 tentang Sistem Pemerintah Berbasis Elektronik (SPBE). Perpres ini dinilai sebagai keinginan yang tinggi dari pemerintah menuju e-government.

Lebih jauh dia mengatakan pemerintah Malaysia mengelola kurang lebih 13 ribu pelayanan publik, di mana sekitar 83 persen layanannya telah beralih ke sistem elektronik atau online. Oleh karenanya ia menyarankan agar Indonesia lebih agresif menerapkan e-government hingga tingkat daerah.

“Sepeti yang dikatakan Menteri PANRB (Syafruddin) mengenai tantangan di revolusi industri 4.0, pelayanan publik harus dapat mengikuti perubahan. Jadi e-government adalah platform bagi pemerintah untuk melayani paradigma ekonomi lebih baik lagi,” ujarnya.

Lebih jauh Xavier menambahkan Malaysia siap bekerja sama dan berbagi pengetahuan untuk mewujudkan pelayanan publik yang lebih baik lagi bagi masyarakat Indonesia maupun Malaysia.



Sumber: BeritaSatu TV