Ramyadjie Priambodo Beli Data Nasabah di Black Market

Ramyadjie Priambodo Beli Data Nasabah di Black Market
Petugas gabungan dari Polres Blitar Kota dan Kantor Cabang BRI memeriksa kondisi mesin Anjungan Tunai Mandiri (ATM) di Blitar, Jawa Timur, 22 Maret 2018. ( Foto: Antara / Irfan Anshori )
Bayu Marhaenjati / YUD Selasa, 19 Maret 2019 | 19:01 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Tersangka Ramyadjie Priambodo alias RP, mendapatkan data nasabah bank dari sebuah komunitas black market, di dunia maya. Dia telah puluhan kali membobol data nasabah bank dengan kerugian hingga Rp 300 juta.

"Dari black market di dalam internet. Dia ikut dalam suatu kelompok sehingga saling tukar-menukar data nasabah dan bagaimana cara skimming," ujar Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Raden Prabowo Argo Yuwono, Selasa (19/3/2019).

Dikatakan, Ramyadjie telah 91 kali membobol data nasabah bank dengan modus skimming. "Uang yang didapat sementara kerugiannya ada Rp 300 juta," ungkap Argo.

Menurutnya, sebagian uang hasil kejahatan kerap digunakan untuk membeli bitcoin. Transaksi jual-beli data-data nasabah di komunitas online juga menggunakan bitcoin.

"Ya suka main, transaksi bitcoin. Semua transaksi yang dilakukan tersangka RP (di komunitas), itu dilakukan dalam bentuk bitcoin," katanya.

Diketahui, penangkapan Ramyadjie Priambodo terkait kasus pembobolan ATM pakai modus skimming sempat viral di media sosial. Kabar pengungkapan kasus itu ramai dibicarakan warganet karena Ramyadjie disebut-sebut merupakan keponakan atau kerabat Prabowo Subianto.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Sufmi Dasco Ahmad mengatakan, Ramyadjie bukan keponakan langsung prabowo, melainkan diduga kerabat jauh. Bahkan, dia tidak tahu siapa yang bersangkutan dan silsilah keluarganya.



Sumber: BeritaSatu.com