Kasus Rommy, KPK Bakal Periksa Menteri Agama Terkait Uang yang Disita

Kasus Rommy, KPK Bakal Periksa Menteri Agama Terkait Uang yang Disita
Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin tiba di Kantor Kementerian Agama, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Senin 18 Maret 2019. ( Foto: SP/Joanito De Saojoao. / SP/Joanito De Saojoao. )
Fana Suparman / JAS Rabu, 20 Maret 2019 | 07:11 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bakal memeriksa Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin terkait kasus dugaan suap pengisian jabatan di lingkungan Kementerian Agama (Kemag) yang menjerat Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Romahurmuziy atau Rommy.

Dalam pemeriksaan nanti, tim penyidik bakal mengklarifikasi sejumlah bukti, termasuk uang tunai ratusan juta rupiah yang disita di ruang kerja Lukman saat penggeledahan di Kantor Kemag beberapa waktu lalu. Namun, KPK belum dapat memastikan jadwal pemeriksaan Lukman.

"Ya nanti akan dipanggil pada waktu yang sesuai dengan kebutuhan penyidikan. Karena penyidik standarnya memang akan memanggil para saksi dan juga tersangka. Untuk didalami yg terkait dengan bukti-bukti yang didapatkan dari penggeledahan ataupun bukti-bukti lain yang didapat dari sebelumnya," kata Jubir KPK, Febri Diansyah di Gedung KPK, Jakarta, Selasa (19/3/2019).

Tim penyidik telah menggeledah tiga lokasi pada Senin (18/3/2019), yakni Kantor Kemag, DPP PPP, dan rumah Romahurmuziy. Sementara satu lokasi lainnya, yakni Kantor Wilayah Kemag Jawa Timur digeledah pada Selasa (19/3/2019).

Di Kantor Kemag, KPK menyita uang tunai senilai Rp 180 juta dan US$ 30.000 saat menggeledah ruang kerja Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin. Sementara di dua ruangan lainnya yang digeledah, yakni ruang kerja Sekjen Kemag Nur Kholis Setiawan dan ruang Kabiro Kepegawaian, KPK menyita sejumlah dokumen penting terkait perkara ini.

Di Kantor DPP PPP, KPK menyita sejumlah dokumen terkait kepengurusan dan posisi Rommy di DPP PPP. Selain itu, KPK juga menyita barang bukti elektronik, termasuk laptop saat menggeledah rumah Rommy. Sedangkan saat menggeledah Kantor Wilayah Kemag Jawa Timur, tim penyidik sejumlah dokumen, terutama terkait seleksi dan pengisian jabatan.

Febri menegaskan, berbagai bukti, termasuk dokumen dan uang tunai disita tim penyidik lantaran diduga terkait dengan perkara ini. Tim penyidik memastikan bakal menganalisis dan mendalami berbagai bukti tersebut, termasuk dengan memeriksa para saksi, seperti Lukman.

"Kami nanti akan mendalami lebih lanjut dengan klarifikasi-klarifikasi dan juga proses penyidikan lebih lanjut. Yang pasti semua bukti yang disita baik dokumen barang elektronik termasuk juga uang atau bukti-bukti yang lain itu dilakukan penyitaan karena diduga juga terkait dengan pokok perkara," katanya.

KPK memastikan akan terus mengusut dan mengembangkan penyidikan kasus ini. Salah satu hal yang didalami yakni mengenai keterlibatan pihak di internal Kementerian Agama dalam praktik jual beli jabatan yang menjerat Rommy.

"Kami menduga kuat adanya kerja sama antara tersangka RMY (Romahurmuziy) dengan pihak Kementerian," kata Febri.

Diketahui, KPK menetapkan Rommy, Kepala Kantor Kemag Kabupaten Gresik, Muhammad Muafaq Wirahadi dan Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kemag Provinsi Jawa Timur (Jatim), Haris Hasanuddin sebagai tersangka kasus dugaan suap jual beli jabatan di lingkungan Kemag.

Muafaq dan Haris diduga telah menyuap Rommy untuk mengurus proses lolos seleksi jabatan di Kemag. Muafaq mendaftar untuk posisi Kepala Kantor Kemag Kabupaten Gresik dan Haris mendaftar sebagai Kakanwil Kemag Provinsi Jatim.

Pada 6 Februari 2019, Haris mendatangi kediaman Rommy dan menyerahkan uang sebesar Rp 250 juta untuk memuluskan proses seleksi ini sesuai kesepakatan. Saat itu, KPK menduga telah terjadi pemberian suap tahap pertama.

Namun, pada pertengahan Februari 2019, pihak Kemag menerima informasi bahwa nama Haris Hasanuddin tidak lolos seleksi untuk diusulkan ke Menteri Agama karena pernah mendapatkan hukuman disiplin.

KPK menduga telah terjadi kerja sama antara pihak-pihak tertentu untuk tetap meloloskan Haris Hasanuddin sebagai Kakanwil Kemag Provinsi Jatim.

Selanjutnya, Haris Hasanuddin dilantik oleh Menag sebagai Kakanwil Kemag Jatim pada awal Maret 2019. Setelah Haris lolos seleksi dan menjabat Kakanwil Kemag Jatim, Muafaq meminta bantuan kepada Haris untuk dipertemukan dengan Rommy.

Pada Jumat (15/3/2019) lalu, Muafaq, Haris, dan Calon Anggota DPRD Kabupaten Gresik dari PPP, Abdul Wahab menemui Rommy untuk menyerahkan uang Rp 50 juta terkait kepentingan jabatan‎ Muafaq.



Sumber: Suara Pembaruan