Inpex Masela Beri Pelatihan Pengrajin Tenun Tanimbar

Inpex Masela Beri Pelatihan Pengrajin Tenun Tanimbar
Seorang model berpose menggunakan karya Wignyo Rahardi dari tenun Tanimbar, di Ginza Street, Tokyo, Jepang. (Foto: Istimewa)
/ HS Rabu, 20 Maret 2019 | 18:12 WIB

Saumlaki, Beritasatu.com - Perusahaan migas asal Jepang, Inpex Masela, mengadakan pelatihan tenun kepada masyarakat Kabupaten Kepulauan Tanimbar (KT), Maluku. Pelatihan itu merupakan salah satu program tanggung jawab sosial perusahaan untuk memberdayakan ekonomi masyarakat.

Staf Ahli Inpex Masela Halida Hatta mengatakan pelatihan tenun Tanimbar bagi pengrajin di Desa Amdasa, Kecamatan Wertamrian itu telah dimulai sejak bulan November 2018.

Adapun pelatihan tersebut berkolaborasi dengan Bank Indonesia (BI). Saat inagurasi dan penutupan tahap I program pada Selasa (20/3) dihadiri juga perwakilan BI Maluku, Asisten 2 Setda Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa dan Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten KT.

Dia menjelaskan pelatihan itu merupakan kegiatan lanjutan dari program pengembangan Tenun Tanimbar yang dirintis Inpex sejak 2013 lalu. Program diharapkan dapat merevitalisasi Tenun Tanimbar, baik sebagai budaya lokal maupun ekonomi kreatif masyarakat. Di sisi lain, program ini merupakan bentuk pengembangan ekonomi lokal.

“Inpex dan BI melihat banyak potensi ekonomi yang bisa dihasilkan dari pelatihan tenun. Tenun ini merupakan pemicu potensi ekonomi lainnya seperti menjahit seragam atau produk fesyen lainnya,” ujarnya.

Pelatihan tahap pertama dilakukan dalam jangka waktu empat bulan dengan fokus melatih kelompok tenun di Desa Amdasa agar fasih menggunakan Alat Tenun Bukan Mesin (ATBM). Kemudian belajar proses pewarnaan alam, dilanjutkan dengan mengkombinasikan sulam dalam kain yang ditenun, dan pelatihan peningkatan kualitas kain.

Dalam tahapan berikutnya, Inpex berencana akan memfokuskan pelatihan pada peningkatan kemampuan mereka dalam teknik ikat. Hal itu agar variasi motif-motif yang dihasilkan akan menjadi lebih banyak.

“Pelatihan selanjutnya akan difokuskan pada peningkatan kemampuan tenun ikat. Ini juga mengembangkan kreativitas dari variasi motof yang semakin banyak,” ujarnya.



Sumber: ANTARA