Kurangi Seremonial, Effendi Simbolon Minta Jokowi Blusukan Lagi
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Kurangi Seremonial, Effendi Simbolon Minta Jokowi Blusukan Lagi

Kamis, 21 Maret 2019 | 19:00 WIB
Oleh : Hotman Siregar / FER

Jakarta, Beritasatu.com - Politisi PDIP, Effendi Simbolon, menilai, menurunnya popularitas pasangan nomor urut 01, Joko Widodo-Ma'ruf Amin (Jokowi-Ma'ruf) dan naiknya popularitas pasangan nomor urut 02, Prabowo Subianto-Sandiaga Uno (Prabowo-Sandi) seperti dilansir Litbang Kompas jelang Pilpres, karena kesalahan pengelolaan cara kerja tim kampanyenya.

Jokowi dinilai terlalu banyak mengikuti acara seremonial seperti deklarasi-deklarasi dan kurang bersentuhan dengan masyarakat secara langsung. Jika ingin menang, Jokowi selaku petahana harus mengembalikan cara kampanyenya seperti pada Pilkada DKI dan Pilpres 2014 lalu, yakni blusukan.

"Cara kerja tim kampenye belum efektif, hanya efektif di permukaan saja. Terlalu banyak acara deklarasi-deklarasi, bersentuhan dengan masyarakat secara langsung kurang," kata Effendi di Jakarta, Kamis (21/3/2019).

Menurut Effendi, saat ini Jokowi terlalu banyak dikendalikan oleh 'Tim Sekoci' yang mengatur protokoler dan agenda kampanyenya, yang kebanyakan hanya menghadiri acara-acara deklarasi.

"Sudah tingggalkan saja acara deklarasi-deklarasi itu dan mengandalkan para caleg itu tidak efektif. Sekarang, efektif 20 hari lagi, Pak Jokowi harus rajin blusukan lagi dan bersentuhan langsung dengan masyarakat," kata Effendi.

Selain itu, Anggota Komisi I DPR dari F-PDIP ini berharap, Jokowi mengefektifkan 'Tim Kapal Besar' yang ada seperti PDIP untuk bekerja secara maksimal dalam 20 hari ini. "Gunakan partai seperti PDIP itu kapal besarnya, relawannya malas semua dan jangan mengandalkan 'Tim Sekoci'. Kata pamungkasnya adalah Jokowi blusukan," tegas Effendi.

Effendi menilai, Jokowi seperti kehilangan figur. Padahal, Jokowi memiliki ciri khas sendiri yang telah memenangkannya pada Pilkada DKI 2017 lalu dan Pilpres 2014. Upaya untuk mengubah citra Jokowi, melalui acara seremonial justru malahan menggerus popuritasnya.

"Di sebelah trennya naik, sementara di kita malahan turun, ini harus digenjot di waktu yang tersisa. Prabowo itu tidak bisa diatur, sering berbuat kesalahan, tapi kok naik terus. Kembalikan Jokowi seperti 'Satria Pingit'," kata Effendi.

Paling tidak, menurut Effendi, dalam 20 hari mendatang Jokowi harus mengektifkan kampanyenya melalui blusukan di Jawa Barat dan DKI. Jika perlu, masuk gorong-gorong lagi seperti dulu, dan tinggalkan acara-acara yang bersifat seremonial.

"Masyarakat merindukan Jokowi seperti yang dulu, apa adanya, tidak diatur-atur. Saya masih optimistis, kalau Pak Jokowi mau blusukan lagi dan bersentuhan langsung dengan masyarakat akan memenangi Pilpres," tambah Effendi.

Effendi menambahkan, dengan blusukan Jokowi bisa mendengar secara langsung permasalahan dan keluhan yang dihadapi masyarakat. Keluhan-keluhanan tersebut, nantinya akan dicarikan solusi untuk diatas di masa periode kedua kepimpinannya.

"Sekali saya katakan antitesanya adalah blusukan, senjata pamungkas Pak Jokowi kalau menang adalah blusukan, kalau perlu mulai dari subuh," tandas Effendi.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: Suara Pembaruan


BERITA LAINNYA

Alternatif Penanganan Lapas Overcrowded, BNN Percepat Putusan Rehabilitasi Pengguna Narkoba

BNN berkomitmen mempercepat peneatapan atau putusan rehabilitasi pengguna narkoba. Hal ini menjadi alternatif penanganan lapas overcrowded.

NASIONAL | 20 September 2021

Akar Masalah Lapas Overcrwoded: Arus Masuk Deras, Keluar Kecil

Arus masuk ke lembaga pemasyarakat (lapas) begitu deras, sedangkan warga binaan yang telah menjalani masa hukuman begitu kecil.

NASIONAL | 20 September 2021

Bupati Bogor Ungkap Alasan Warga Tolak Wacana 4 in 1 ke Puncak

Menurut Bupati Bogor Ade Yasin wacana tersebut ditolak karena warga Puncak merasa khawatir akan timbul masalah baru yaitu timbulnya joki.

NASIONAL | 20 September 2021

Sah, Komisi VIII Setujui Anggaran 2022 Kementerian Sosial Rp 78,25 Triliun

DPR mendukung program dan kebijakan Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini yang konsisten berpihak pada kepentingan masyarakat pra-sejahtera.

NASIONAL | 20 September 2021

Cegah Fraud, Kejagung Gelar Forum Koordinasi dengan Himbara

Kejagung menyelenggarakan Forum Koordinasi dengan Himpunan Bank Milik Negara atau Himbara untuk membahas pentingnya mencegah terjadinya fraud.

NASIONAL | 20 September 2021

Setara Institute Serukan Hentikan Kekerasan dan Lindungi Penduduk Sipil di Papua

Setara Institute menyerukan seluruh pihak untuk menghentikan kekerasan serta melindungi objek dan penduduk sipil di Papua.

NASIONAL | 20 September 2021

Kepala BNPT Ingin Mitra Deradikalisasi Ciptakan Kerukunan

Kepala BNPT Boy Rafli Amar meminta mitra deradikalisasi agar senantiasa menjaga kerukunan.

NASIONAL | 20 September 2021

Sidang Kode Etik Napoleon Bonaparte Tunggu Kasusnya Inkrah

Komisi Kode Etik Polri sudah menyiapkan sidang bagi Napoleon Bonaparte, namun pelaksanaannya menunggu inkrah putusan persidangan suap Djoko Tjandra

NASIONAL | 20 September 2021

Menteri Bintang: Siapkan Generasi Berkualitas, Pendidikan Karakter Penting bagi Anak

Pendidikan karakter bagi anak dinilai penting guna mempersiapkan generasi mendatang yang berkualitas menuju Indonesia layak anak 2030 dan Indonesia Emas 2045

NASIONAL | 20 September 2021

Besok, KPK Jadwalkan Periksa Anies dan Prasetio Edi Soal Korupsi Tanah Munjul

Tim penyiik KPK menjadwalkan memeriksa Gubernur DKI, Anies Baswedan dan Ketua DPRD DKI Prasetio Edi Marsudi terkait kasus dugaan korupsi tanah di Munjul.

NASIONAL | 20 September 2021


TAG POPULER

# Myanmar


# Napoleon Bonaparte


# Mourinho


# Manchester United


# KKB



TERKINI
10 Daerah di Luar Jawa-Bali Masih Jalankan PPKM Level 4

10 Daerah di Luar Jawa-Bali Masih Jalankan PPKM Level 4

EKONOMI | 5 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings