Dua Perampok Money Changer di Kuta Dilumpuhkan Polisi

Dua Perampok Money Changer di Kuta Dilumpuhkan Polisi
Ilustrasi. ( Foto: BSMH )
I Nyoman Mardika / YUD Kamis, 21 Maret 2019 | 21:37 WIB

Mangupura – Berselang beberapa jam pascaperampokan money changer BMC PT Bali Maspintjinra di Jalan Pratama No.36 XY, Kelurahan Benoa, Kuta Selatan, Selasa (19/3/2019), Tim Resmob Polresta Denpasar dan Satgas CTOC Polda Bali berhasil mengungkap pelakunya. Diduga pelaku adalaj warga negara Rusia berjumlah tujuh orang, satu pelaku ditangkap hidup, dua dikabarkan tewas dan empat kabur.

Pelakunya berinisial Igo (50), Vit (60), Alek (44), Oig (32), Ant (wanita) usia 34 tahun, Vla (47), Vas (44). Empat pelaku kabur mengendarai mobil dan diduga membawa senjata laras panjang jenis SS1. Barang bukti yang diamankan diantaranya magazin senpi SS1, tujuh paspor, sangkur, obeng, jas hujan, sarung tangan, sepatu dan beberapa tas.

Hingga berita ini diturunkan pimpinan Polresta Denpasar dan Polda Bali belum bisa dikonfirmasi terkait penembakan dan penangkapan tersebut. Sebelumnya, Kasus perampokan money changer kembali terjadi di wilayah Kuta Selatan (Kutsel). Perampok menyasar money changer BMC P.T. Bali Maspintjinra di Jalan Pratama No.36 XY, Kelurahan Benoa, Kutsel, Selasa (19/3).

Komplotan rampok tersebut mengikat tiga karyawan dan membawa kabur brankas berisi uang Rp 800 juta dan uang asing senilai Rp 100 juta. Informasi diperoleh di lapangan, polisi telah memeriksa Muhammad Sandriadi (20), cleaning service BMC P.T. Bali Maspinjintdra. Keterangan Sandriadi, sekitar pukul 00.30 Wita, dia duduk di pintu belakang dan tiba-tiba datang tiga orang tidak dikenal.

Korban langsung dipukul bagian muka hingga tidak sadarkan diri. Saat sadar, dia dalam keadaan tangan dan kaki diikat, serta mulutnya dilakban. “Korban (Sandriadi) dibangunkan oleh rekan kerjanya bernama Abdul Haris Karim. Keadaan money changer sudah berantakan dan mengecek barang terutama berangkas sudah tidak ada ditempatnya,” kata sumber.

Hal sama juga dialami karyawan lainnya, Gedi Kurniawan dan Abdul Haris. Dengan adanya kejadian tersebut. Akibat kejadian itu, Abdul Haris Karim mengalami luka dan retak di pipi sebelah kanan, Gedi Kurniawan mengalami luka di punggung sebelah kiri, kepala bagian belakang, pelipis sebelah kanan atas mata kanan. Sedangkan Muhammad Sandriadi mengalami luka di pipi sebelah kanan.

Kapolresta Denpasar Kombes Pol. Ruddi Setiawan saat dikonfirmasi membenarkan adanya kejadian tersebut dan pihaknya terngah melakukan pengejaran terhadap komplotan perampok tersebut. “Maaf kami masih dalam proses pengejaran, nanti akan kita jelaskan semuanya,” katanya.



Sumber: Suara Pembaruan