Pemeriksaan Romahurmuziy Dijadwalkan Ulang Hari Ini

Pemeriksaan Romahurmuziy Dijadwalkan Ulang Hari Ini
Ketua umum PPP Romahurmuziy mengenakan rompi tahanan seusai menjalani pemeriksaan di gedung KPK, Jakarta, Sabtu 16 Maret 2019. ( Foto: SP/Joanito De Saojoao. / SP/Joanito De Saojoao. )
Fana Suparman / CAH Jumat, 22 Maret 2019 | 09:03 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjadwalkan ulang pemeriksaan Ketua Umum nonaktif Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Romahurmuziy sebagai tersangka kasus dugaan suap jual beli jabatan di lingkungan Kementerian Agama (Kemag), Jumat (22/3/2019). Sedianya Romi, sapaan Romahurmuziy diperiksa pada Kamis (21/3) kemarin, namun anggota Komisi XI DPR itu mengeluhkan sakit saat akan diperiksa. Tim penyidik pun memutuskan menunda pemeriksaa Romi

"Jadwal pemeriksaan RMY (Romahurmuziy) pada Jumat (22/3/2019) hari ini sekitar pukul 10.00 WIB," kata Jubir KPK, Febri Diansyah saat dikonfirmasi, Jumat (22/3/2019).

Pemeriksaan hari ini akan menjadi pemeriksaan perdana yang dijalani Romi setelah ditetapkan sebagai tersangka. Dalam pemeriksaan ini, Febri mengatakan, tim penyidik akan menyampaikan hak-hak Romi sebagai tersangka.

"Untuk pemeriksaan awal kami akan menyampaikan hak-hak dari tersangka. Sudah banyak hak tersangka yang diatur di KUHAP, termasuk juga salah satu di antaranya mengajukan diri sebagai justice colaborator (JC), bila tersangka memandang ingin jadi JC tersebut," katanya.

Terkait JC, Febri mengingatkan terdapat sejumlah syarat yang harus dipenuhi para tersangka, termasuk Romi untuk menyandang status pelaku yang bekerja sama ini. Syarat-syarat tersebut antara lain bukan pelaku utama, mengakui perbuatan dan membuka peran pihak atau kasus lain seluas-luasnya.

"Dan juga secara konsisten memberikan keterangan sepenuhnya. Jadi tidak setengah-setengah seperti yang kami tolak sebelumnya permohonan JC nya," kata Febri Diansyah.

KPK sendiri mulai memeriksa saksi dan tersangka kasus dugaan suap jual beli jabatan di Kemag sejak Kamis (21/3). Berbeda dengan Romi yang mengeluh sakit, dua tersangka lainnya kasus ini, yakni Kepala Kantor Kemag Kabupaten Gresik, Muhammad Muafaq Wirahadi dan Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kemag Provinsi Jawa Timur (Jatim), Haris Hasanuddin memenuhi panggilan penyidik dan menjalani pemeriksaan. Febri mengatakan, dalam pemeriksaan itu, tim penyidik mengambil contoh suara kedua tersangka.

"Untuk tersangka, hanya dua tersangka tadi yang datang dan kemudian dilakukan pengambilan contoh suara," ujar Febri Diansyah.

Tak hanya tersangka, tim penyidik juga memeriksa sejumlah saksi. Terdapat 12 saksi yang diperiksa tim penyidik di Mapolda Jawa Timur kemarin. Para saksi yang merupakan unsur panitia seleksi jabatan itu diperiksa terkait proses seleksi di Kanwil Kemag Jatim.

"Didalami proses seleksi pengisian jabatan Kanwil Kemag di Jatim," katanya.



Sumber: Suara Pembaruan