Rommy Merasa Wajar Promosikan Haris untuk Jabatan Kakanwil

Rommy Merasa Wajar Promosikan Haris untuk Jabatan Kakanwil
Kekanwil Kemag Jawa Timur Haris Hasanuddin (kiri) dan Kepala Kantor Kemag Kabupaten Gresik Muhammad Muafaq Wirahadi (tengah) mengenakan rompi tahanan usai diperiksa di gedung KPK, Jakarta, Sabtu (16/3/2019). KPK menahan Ketum PPP Romahurmuziy, Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Gresik Muhammad Muafaq Wirahadi, dan Kepala Kantor Wilayah Kemag Jawa Timur Haris Hasanuddin dengan barang bukti uang sebanyak Rp 156.758.000 terkait kasus dugaan suap seleksi pengisian jabatan pimpinan tinggi di Kementerian Agama. ( Foto: ANTARA FOTO / Indrianto Eko Suwarso )
Fana Suparman / FMB Jumat, 22 Maret 2019 | 16:54 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Mantan Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Romahurmuziy membantah mengintervensi atau terlibat dalam jual beli jabatan di Kementerian Agama (Kemag). Namun, Rommy, sapaan Romahurmuziy mengakui membantu merekomendasikan dan mempromosikan Haris Hasanuddin untuk menduduki jabatan sebagai Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kemag. Rommy mengklaim tindakannya tersebut hal yang wajar.

"Anda misalnya, promosi menjadi Pemred (Pemimpin Redaksi) pasti kan ditanya dulu referensinya siapa. Itu kan hal biasa di masyarakat kita," kata Rommy di Gedung KPK, Jakarta, Jumat (22/3/2019).

Untuk itu, Rommy menganggap wajar turut merekomendasikan atau mempromosikan Haris Hasanuddin untuk menjadi Kakanwil Kemag Jatim. Rommy beralasan turut merekomendasikan Haris karena menerima masukan dari para tokoh.

"Oh, ternyata orang ini direkomendasikan (oleh) orang-orang berkualitas. Jadi, kemudian saya sampaikan itu kepada pihak-pihak yang berkompeten. Misalnya kemudian ada orang direkomendasikan seperti ini, ya sudah disampaikan," katanya.

Rommy membantah turut mengintervensi proses seleksi jabatan di Kemag. Meski direkomendasikan, Rommy mengklaim Haris tetap mengikuti proses seleksi sesuai ketentuan yang sudah ditetapkan.

"Proses seleksinya itu tidak sama sekali saya intervensi, proses seleksinya itu dilakukan oleh sebuah panitia seleksi yang sangat profesional. Semuanya adalah guru-guru besar, dari lingkungan Universitas Islam Negeri se-Indonesia," kata Rommy.

Diberitakan, KPK menetapkan Rommy, sapaan Romahurmuziy bersama Kepala Kantor Kemag Kabupaten Gresik, Muhammad Muafaq Wirahadi dan Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kemag Provinsi Jawa Timur (Jatim), Haris Hasanuddin sebagai tersangka kasus dugaan suap jual beli jabatan di lingkungan Kemag. Muafaq dan Haris diduga telah menyuap Rommy untuk mengurus proses lolos seleksi jabatan di Kemag. Muafaq mendaftar untuk posisi Kepala Kantor Kemag Kabupaten Gresik dan Haris mendaftar sebagai Kakanwil Kemag Provinsi Jatim.

Pada 6 Februari 2019, Haris mendatangi kediaman Rommy dan menyerahkan uang sebesar Rp 250 juta untuk memuluskan proses seleksi ini sesuai kesepakatan. Saat itu, KPK menduga telah terjadi pemberian suap tahap pertama. Namun, pada pertengahan Februari 2019, pihak Kemag menerima informasi bahwa nama Haris Hasanuddin tidak lolos seleksi untuk diusulkan ke Menteri Agama karena pernah mendapatkan hukuman disiplin.

KPK menduga telah terjadi kerja sama antara pihak-pihak tertentu untuk tetap meloloskan Haris Hasanuddin sebagai Kakanwil Kemag Provinsi Jatim.

Selanjutnya, Haris Hasanuddin dilantik oleh Menag sebagai Kakanwil Kemag Jatim pada awal Maret 2019. Setelah Haris lolos seleksi dan menjabat Kakanwil Kemag Jatim, Muafaq meminta bantuan kepada Haris untuk dipertemukan dengan Rommy. Pada Jumat (15/3) lalu, Muafaq, Haris, dan Calon Anggota DPRD Kabupaten Gresik dari PPP, Abdul Wahab menemui Rommy untuk menyerahkan uang Rp 50 juta terkait kepentingan jabatan‎ Muafaq.



Sumber: BeritaSatu.com