Rommy: Saya Hanya Meneruskan Aspirasi Khofifah

Rommy: Saya Hanya Meneruskan Aspirasi Khofifah
Ketua umum PPP Romahurmuziy mengenakan rompi tahanan seusai menjalani pemeriksaan di gedung KPK, Jakarta, Sabtu 16 Maret 2019. ( Foto: SP/Joanito De Saojoao. / SP/Joanito De Saojoao. )
Aichi Halik / AHL Jumat, 22 Maret 2019 | 17:28 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Mantan ketua umum PPP Romahurmuziy (Rommy) menyebut nama Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, dalam kasus dugaan suap yang membelitnya.

Menurut Rommy, Khofifah ikut memberikan rekomendasi terhadap dirinya, bahwa Kepala Kantor Wilayah Kemenag Provinsi Jawa Timur, Haris Hasanuddin, adalah benar-benar orang yang berkualitas dan berkompeten.

"Ibu Khofifah Indar Parawansa, misalnya, beliau Gubernur terpilih yang jelas-jelas mengatakan 'mas Rommy, percayalah dengan Haris, karena Haris ini orang yang kerjanya bagus'. Sebagai gubernur terpilih pada waktu itu beliau mengatakan 'kalau mas Haris saya sudah kenal kinerjanya, sehingga ke depan sinergi dengan pemprov itu akan lebih baik'," ucap Rommy di gedung KPK, Jakarta Selatan, Jumat (22/3/2019).

"Nah, misalnya meneruskan aspirasi itu dosa, terus kita ini mengetahui kondite seseorang dari siapa? Tetapi kan itu tidak kemudian menghilangkan proses seleksinya," imbuh Rommy.

Rommy mengaku mengungkap fakta tersebut karena ia ingin pegawai Kementerian Agama Tenang karena yang terjadi hanya meneruskan aspirasi gubernur.

"Saya menegaskan ini untuk juga memberikan ketenangan kepada seluruh aparat kemag (kementerian agama) meskipun saya tidak dalam posisi pernah menjadi atasan atau memiliki hubungan formal dengan mereka," ujar Rommy.

KPK telah menetapkan tiga tersangka pada kasus ini, yaitu Rommy diduga sebagai penerima suap.

Sedangkan tersangka diduga pemberi suap masing-masing Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Gresik Muhammad Muafaq Wirahadi, dan Kepala Kantor Wilayah Kemenag Provinsi Jawa Timur Haris Hasanuddin.



Sumber: BeritaSatu TV