OTT Direktur Krakatau Steel Dilakukan di BSD City Tangsel

OTT Direktur Krakatau Steel Dilakukan di BSD City Tangsel
Febri Diansyah. ( Foto: Antara )
Fana Suparman / AO Jumat, 22 Maret 2019 | 23:51 WIB

Jakarta, Beritasatu.com – Operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap direktur PT Krakatau Steel dan tiga orang lainnya dilakukan di Jakarta dan Tangerang Selatan (Tangsel), Banten. OTT itu dilakukan KPK di kawasan BSD City, Tangsel.

"Ada kegiatan tim di Jakarta dan Tangerang Selatan, tepatnya di BSD City. Kami mengamankan empat orang yang sudah dibawa ke kantor KPK," kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah di Jakarta, Jumat (22/3/2019).

Febri mengatakan, selain direktur dan pegawai Krakatau Steel, juga ada pihak swasta yang diamankan KPK. KPK menduga sudah terjadi transaksi, di mana direktur Krakatau Steel itu menerima uang dari pihak swasta.

Baca Juga: Petinggi BUMN yang Ditangkap KPK Direktur Krakatau Steel

Febri tidak menjelaskan untuk apa uang suap itu diberikan. Namun, beredar informasi di kalangan wartawan bahwa uang itu digunakan untuk biaya pernikahan anak salah seorang pejabat.

Febri hanya mengatakan, KPK mengindikasikan bahwa pihak kontraktor itu pernah mempunyai kerja sama dalam penelitian proyek dengan BUMN tersebut. “Jadi, kaitan kepentingannya sejauh ini terkait dengan hal itu," ucap Febri.

Dikatakan pula, transaksi yang didalami penyidik KPK saat ini diduga ada kombinasi antara pemberian secara tunai dan sarana perbankan. "Kami sedang mendalami transaksi yang menggunakan mata uang rupiah dan dolar AS. Besok baru kami sampaikan informasinya pada konferensi pers," kata Febri.

Baca Juga: Selain Direktur Krakatau Steel, KPK Tangkap Tiga Orang Lain

Sebelumnya diberitakan, Tim Satgas Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membenarkan telah menangkap seorang petinggi salah satu perusahaan BUMN. Petinggi BUMN yang dibekuk KPK tersebut merupakan Direktur di PT Krakatau Steel.

"Iya. Salah satu direktur (Krakatau Steel)," kata Wakil Ketua KPK, Basaria Panjaitan saat dikonfirmasi, Jumat (22/3/2019) malam. Basaria mengatakan, selain petinggi BUMN terdapat tiga orang lainnya yang diringkus tim Satgas KPK. Keempat orang tersebut ditangkap lantaran diduga terlibat transaksi suap.



Sumber: Suara Pembaruan