Survei Indomedia Poll: PSI Paling Responsif Tanggapi Isu Kebangsaan

Survei Indomedia Poll: PSI Paling Responsif Tanggapi Isu Kebangsaan
Direktur Media dan Riset Indomedia Poll Hamzah Fansuri, Direktur Eksekutif Indomedia Poll, David Krisna Alka dan Direktur Eksekutif Perludem Titi Anggraini di acara rilis hasil riset caleg DPR RI di 80 dapil, di Bakoel Coffee, Cikini, Jakarta, Minggu (24/3). ( Foto: beritasatu.com / yustinus paat )
Yustinus Paat / WM Minggu, 24 Maret 2019 | 22:52 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Lembaga survei Indomedia Poll melakukan penelitian dan riset terhadap calon anggota legislatif (caleg) DPR RI di 80 daerah pemilihan (dapil) yang berasal dari partai nasionalis, yakni PDI Perjuangan, Nasdem, dan PSI.

Penelitian yang dilakukan Indomedia Poll menggunakan metode analisis wacana kritis di mana data yang dikumpulkan berupa teks (ucapan dan tulisan) sejak penetapan daftar caleg tetap. Ucapan dan tulisan diambil dari pemberitaan berbagai media baik itu website dan akun official media sosial masing-masing caleg serta pernyataan-pernyataan di media arus utama dan tanggapan publik.

Menurut Direktur Eksekutif Indomedia Poll, David Krisna Alka, dari tiga partai yang masuk kategori nasionalis, PSI dinilai paling responsif terhadap isu kebangsaan.

Menurut David, mulai dari garis perjuangan partai, Ketua Umum sampai dengan para calegnya sangat cepat menanggapi isu-isu kebangsaan.

"Dari ketiga caleg partai ini, caleg PSI merupakan yang memiliki kecenderungan merespon isu-isu kebangsaan, lebih mendominasi daripada partai lainnya" ujar David dalam rilis survei caleg nasionalis, di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Minggu (24/3/2019).

PSI, kata David, terhitung cepat dan berani merespons isu-isu kebangsaan meskipun secara elektoral tidak menguntungkan. Dia mencontohkan PSI menanggapi isu-isu intoleransi, soal poligami, perda-perda diskriminaitif, isu gender, dan isu persekusi terhadap kelompok minoritas.

"PDIP dan Nasdem juga punya ideologi yang sama dan ketum umumnya juga konsisten memperjuangkan nasiolisme, keberagaman, dan toleransi. Namun, yang terlihat agresif adalah PSI," tutur David.

Menurut David, ada beberapa caleg PSI yang kerap muncul di media untuk membicarakan isu kebangsaan.

"Ada beberapa caleg di Dapil Sumatera Barat, ada tokoh muda Endang Tirtana itu banyak sekali merespons soal soal kebangsaan. Lalu ada Tsamara Amany, Grace Natalie, Rian Ernest, dan Azmi Abubakar yang merupakan caleg pilih Majalah Tempo," ungkap David.

Sementara Direktur Media dan Riset Indomedia Poll Hamzah Fansuri mengatakan, yang disebut nasionalis menurut Indomedia Poll adalah memiliki agenda-agenda kemerdekaan nasional, mendukung nasionalisme, keberagaman, toleransi serta tidak menjadinya hanya jargon, tetapi secara progresif menawarkan gagasan untuk merespons setiap tantangan hidup berbangsa dan bernegara.

"Nah, itu membantu itu, maka kami menggunakan kategorisasi menurut Perludem yang membagi tiga partai, yakni nasionalis, Islam/religius dan kekaryaan. Golkar, Garuda, Hanura dan Berkarya kami masukkan dalam kategori kekaryaan. Sementara Ketua Umum PDIP, Nasdem, dan PSI juga diketahui publik secara otentik dan konsisten menyuarakan serta berjuang pada visi-misi kebangsaan," terang Hamzah.

Konfigurasi

Berikut nama-nama caleg di masing-masing dapil yang masuk dalam konfigurasi caleg nasionalis:

Di wilayah Sumatera ada 17 dapil yang terdapat beberapa caleg bervisi nasionalis dengan reputasi baik. Di antaranya, Kamarudin Kamar (dapil Aceh 1 dari PSI). Kemudian, Yasonna H Laoly (dapil Sumatera Utara 1 dari PDIP), Trimedya Panjaitan (dapil Sumut 2 dari PDIP), Irma Suryani (dapil Sumatera Selatan 2 dari Nasdem), Endang Tritana (dapil Sumatera Barat 2 dari PSI), Taufik Basari (dapil Lampung 1 dari Nasdem).

Kemudian, wilayah Jawa (Banten dan DKI Jakarta). Caleg yang bervisi nasionalis di dapil Ibu Kota dan Banten ini adalah Ahmad Sahroni (dapil DKI Jakarta 3), Rian Ernest Tanudjaja (dapil DKI Jakarta 1 dari PSI), Azmi Abubakar (dapil Banten 3 dari PSI), Grace Natalie Louisa (dapil DKI Jakarta 3 dari PSI).

Caleg yang berivisi nasionalis di Wilayah Jawa Barat yakni, Rieke Diah Pitaloka (dapil Jabar 7 dari PDIP), Fajar Riza Ul Haq (dapil Jabar 5 dari PSI), Adian Yunus Yusak Napitupulu (dapil Jabar 5 dari PDIP), Dedek Prayudi (dapil Jabar 9 dari PSI), Ribka Tjiptaning Proletriyati (dapil Jabar 4), Teuku Taufiqulhadi (dapil Jabar 5 dari Nasdem), Moh Arief S Suditomo (dapil Jabar 1 dari Nasdem) dan Satia Chandra Wiguna (dapil Jabar 11 dari PSI).

Wilayah Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta ada Dini Shanti Purwono (dapil Jateng 1 dari PSI), Puan Maharani (dapil Jateng 5 dari PDIP), Harijanto Arbi (dapil Jateng 3 dari PSI), Hendrawan Supratikno (dapil Jateng 10 PDIP), Sugeng Suparwoto (dapil Jateng 8 dari NasDem), Redianto Heru Nurcahyo (dapil DIY dari PSI), Amelia Anggraini (dapil Jateng 7 dari Nasdem), dan Mohammad Idham Samawi (dapil DIY dari PDIP).

Wilayah Jawa Timur yakni Ahmad Basarah (dapil Jatim 5 dari PDIP), A Effendy Choirie (Dapil Jatim 10 dari Nasdem), Andy Budiman (dapil Jatim 1 dari PSI), Mohammad Guntur Romli (dapil Jatim 3 dari PSI), Danik Eka Rahmaningtyas (dapil Jatim 4 dari PSI), Surya Tjandra (dapil Jatim 5 dari PSI), dan Imam Addaruqutni (dapil Jatim 6 dari PSI).

Wilayah Bali dan Nusa Tenggara yakni Andreas Hugo Pareira (dapil NTT 1 dari PDIP), Kurtubi (dapil NTB 2 dari Nasmem), I Nengah Yasa Adi Susanto (dapil Bali dari PSI).

Caleg yang bervisi nasionalis di Wilayah Kalimantan ada Asdy Narang (dapil Kalteng dari PDIP), Guntur Prawira (dapil Kalsel 1 dari Nasdem), Itha Saleem (dapil Kalbar 1 dari PSI. Wilayah Sulawesi ada Benny Jozua Mamoto (dapil Sulut dari Nasdem), Andi Saiful Haq (dapil Sulsel 1 dari PSI), Akbar Faizal (dapil Sulses 2), Rachmad Gobel (dapil Gorontalo dari Nasdem), dan Yusuf Lakaseng (dapil Sulteng dari PSI)

Wilayah Maluku dan Papua yakni Mercy Chriesty Barends (dapil Maluku dari PDIP), Andy Eric Manuhutu (dapil Maluku dari PSI) dan Sulaeman L Hamzah (dapil Papua dari Nasdem).



Sumber: BeritaSatu.com