Joko Driyono Jalani Pemeriksaan Kelima soal Kasus Perusakan Barang Bukti

Joko Driyono Jalani Pemeriksaan Kelima soal Kasus Perusakan Barang Bukti
Joko Driyono. ( Foto: Antara )
Bayu Marhaenjati / CAH Senin, 25 Maret 2019 | 11:18 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Tersangka Joko Driyono memenuhi panggilan penyidik Satgas Antimafia Bola untuk menjalani pemeriksaan terkait kasus dugaan memasuki garis polisi dan perusakan barang bukti, di Mapolda Metro Jaya, hari ini, Senin (25/3/2019).

Pengacara Joko Driyono, Andru Bimaseta, membenarkan kliennya telah datang untuk menjalani pemeriksaan di Mapolda Metro Jaya, sekitar pukul 09.00 WIB. Penyidik memeriksa Jokdri -panggilan akrab Joko Driyono- seputar kasus dugaan memasuki garis polisi dan perusakan barang bukti.

"Terkait masalah perusakan atau masuk garis polisi," ujar Andru, di Mapolda Metro Jaya, Senin (25/3).

Dikatakan Andru, dasar Jokdri menjalani pemeriksaan adalah laporan polisi nomor 3 tahun 2019 yang dibuat Satgas Antimafia Bola, terkait memasuki garis polisi dan perusakan barang bukti.

"Kemudian, barang bukti apa yang diduga dirusak atau barang bukti apa yang disangkakan kepada pak Joko, sampai saat ini pun dari penyidik belum menyampaikan kepada kami," ungkap Andru.

Menyoal apakah pemeriksaan ada kaitannya dengan kasus pengaturan skor, Andru menyampaikan, penyidik belum menentukan apakah ada kaitannya dengan pengaturan skor atau tidak.

"Kalau barang bukti itu terkait pengaturan skor atau bukan, itu kita belum bisa bilang ke situ. Karena sampai sekarang belum ditentukan itu ada kaitannya atau tidak dengan pengaturan skor. Nanti ada kaitannya atau tidak penyidik akan menyampaikan," katanya.

"Nah untuk mengetahui hal tersebut, maka ditanyakan kepada pak Joko di BAP yang sedang dilakukan beberapa kali ini. Itu total pertanyaannya kalau dirinci satu persatu ada ratusan yang ditanyakan kepada pak Joko, terkait yang pertama adalah hubungan dengan siapa pun lah yang beliau kenal. Kemudian itu kan ada bukti-bukti rekening, itu dilihat keseharian pak Joko ini untuk apa, misalkan untuk bayar apa itu ditanyakan. Terus ketiga mengenai barang bukti-barang bukti lain seperti laptop, handphone itu ditanyakan semua," tambahnya.

Sebelumnya diketahui, Jokdri telah menjalani serangkaian pemeriksaan terkait kasus dugaan perusakan barang bukti. Pertama, Jokdri menjalani pemeriksaan selama 20 jam, sejak Senin (18/2) hingga Selasa (19/2).

Kemudian, penyidik kembali melakukan pemeriksaan panjang terhadap Jokdri pada Kamis (21/2), hingga Jumat (22/2) pagi. Penyidik memberikan sekitar 40 pertanyaan dalam pemeriksaan itu.

Selanjutnya, Jokdri diperiksa kembali pada Rabu (27/2). Pemeriksaan hanya berjalan 4 jam, sebab Jokdri meminta untuk ditunda karena ada agenda pekerjaan. Terakhir, Jokdri kembali menjalani pemeriksaan pada Kamis (7/3) lalu.

Penyidik telah menetapkan Jokdri sebagai tersangka karena diduga menyuruh tersangka Muhammad Mardani alias Dani, Musmuliadi alias Mus, dan Abdul Gofur untuk merusak atau menghancurkan barang bukti di Kantor Komdis PSSI.



Sumber: BeritaSatu.com