Bawaslu Belum Temukan Pelanggaran Kampanye Terbuka

Bawaslu Belum Temukan Pelanggaran Kampanye Terbuka
Calon Presiden nomor urut 2, Prabowo Subianto (tengah) menyapa ribuan pendukungnya di lapangan Ketang Ternate Baru, Manado, Sulawesi Utara, Minggu (24/3/2019). Dalam orasinya Prabowo Subianto meminta dukungan warga Sulut, yang merupakan tanah kelahiran ibunya. ( Foto: ANTARA FOTO / Adwit B Pramono )
Robertus Wardi / FER Selasa, 26 Maret 2019 | 19:28 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Kampanye terbuka sudah berlangsung selama tiga hari terakhir. Pemantauan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) dalam tiga hari kampanye terbuka, belum ada pelanggaran-pelanggaran serius atau substansial terkait kampanye. Kampanye terbuka dinilai masih berjalan sesuai aturan yang ada.

‎"Tiga hari ini, kami melihat masih wajar. Belum ada dan mudah-mudahan tidak terlalu banyak melakukan pelanggaran substantif," kata Ketua Bawaslu, Abhan, saat mengikuti diskusi bertema "Filsafat Pemilu dan Pemilu Bermartabat" yang dilakukan Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) di Jakarta, Selasa (26/3/2019).

Abhan menjelaskan, memang ada satu kasus yang ditangani serius oleh Bawaslu Makasar. Hal itu terkait adanyan bendera Partai Golkar dalam kampanye Calon Presiden (Capres) nomor urut 02, Prabowo Subianto. Atribut Golkar seharusnya tidak ada dan tidak boleh karena Golkar bukan pendukung pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

"Ini ditindaklanjuti kawan-kawan di daerah, untuk menentukan laporan atau temuan ini memenuhi pelanggaran pemilu atau tidak," jelas Abhan.

Pada kesempatan itu, Abhan juga mengharapan para peserta pemilu, para paslon dan calon anggota legislatif (Caleg), agar tidak melibatkan anak-anak dalam kampanye. Pasalnya memobilisasi anak-anak adalah melanggar Undang-undang (UU). Di sisi lain, anak-anak juga tidak pantas dilibatkan dalam politik praktis karena waktu buat mereka sesungguhnya untuk bermain dan bertumbuh.

"Kami berharap,anak-anak itu kan masih dalam masa-masa bermain. Janganlah dilibatkan‎ dalam kontestasi politik ini. Jangan dilibatkan kampanye," tegas Abhan.

Saat ditanya apakah sudah ada yang melanggar kampanye dengan melibatkan anak-anak, Abhan menjelaskan, harus melihat kasus per kasus. Pasalnya, anak hadir di kampanye, bisa saja karena di rumah tidak dijaga dan digendong oleh ibunya. Dalam kondisi seperti ini belum dikategorikan sebagai pelibatan anak-anak.

"Melibatkan anak-anak dalam kampanye itu artinya melibatkan secara aktif. Misalnya diajak naik pangunggung dan nyanyi gitu. Kemudian, di atas pangungung teriakan yel-yel peserta pemilu tertentu. Itulah yang disebut melibatkan anak," tutup Abhan.



Sumber: Suara Pembaruan