Menang di Arbitrase, Pemerintah Kejar Aset Churchill dan Planet Mining

Menang di Arbitrase, Pemerintah Kejar Aset Churchill dan Planet Mining
Yasonna Laoly. ( Foto: Antara / Rivan Awal Lingga )
Zumrotul Muslimin / ZTM Selasa, 26 Maret 2019 | 23:20 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Pemerintah melalui Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) memenangkan gugatan arbitrase internasional yang dilayangkan perusahaan tambang asing, Churchill Mining Plc dari Inggris dan Planet Mining Pty Ltd dari Australia.

Dengan memenangkan perkara ini, pemerintah Indonesia terhindar dari klaim sebesar 1,3 miliar dolar AS atau sekitar Rp 18 trililiun. Sebaliknya pihak penggugat harus membayar denda kepada pemerintah Indonesia senilai 9,4 juta dolar AS atau sekitar Rp 140 miliar.

Menkumham Yasonna Laoly menyatakan keberhasilan tim legal pemerintah Indonesia atas gugatan arbitrase International Centre For Settlement Of Investment Disputes (ICSID) di Washington DC, Amerika Serikat, patut diapresiasi.

"Kita akan tagih nanti dan mengejar aset-aset mereka, kita minta disita. Kita juga sudah siap menggunakan perjanjian MLA dengan negara yang sudah sepakat dengan kita," kata Yasonna di Jakarta, Selasa (26/3/2019).

Politisi PDI Perjuangan ini menambahkan pertarungan pemerintah dengan dua perusahaan besar asal Inggris dan Australia itu sudah lama sejak 2014. Bahkan pada 16 Desember 2016 lalu ICSID telah menolak gugatan Churchill dan Planet Mining.

Lihat video:



Sumber: BeritaSatu TV