Mendagri: Ormas Ujung Tombak Perangi Golput

Mendagri: Ormas Ujung Tombak Perangi Golput
Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tjahjo Kumolo. ( Foto: Puspen Kemdagri )
Yustinus Paat / FER Rabu, 27 Maret 2019 | 15:08 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tjahjo Kumolo, menilai, organisasi kemasyarakatan (ormas) mempunyai peran penting dalam Pemilu Serentak 2019. Pasalnya, ormas dinilai bisa mendorong peningkatan partisipasi pemilih.

"Ada 406.709 lebih ormas, baik di tingkat nasional, provinsi serta kabupaten dan kota kecamatan, sampai yang ada di tingkat paling bawah. Tolong bisa digerakkan, diorganisir," ujar Tjahjo saat Rakornas Kewaspadaan Nasional yang dihadiri Beritasatu.com, di Hotel Grand Paragon, Jakarta Pusat, Rabu (27/3/2019)

Tjahjo menilai, ormas bisa diajak untuk mensosialisasikan pemilu dan mengajak masyarakat menggunakan hak pilihnya. Terlebih, kesuksesan pemilu sangat tergantung pada partisipasi pemilih.

"Kunci kesuksesan pemilu yakni partisipasi masyarakat saat pemilihan. Sejak pemilu pertama, tahun 1955, partisipasi pemilih sangat tinggi. Kita juga optimistis, partisipasi pemilih tahun 2019 akan tinggi," tandas Tjahjo.

Lebih lanjut, Tjahjo juga meminta kepala daerah dan jajarannya memberi dukungan penuh pada ormas. Pemerintah daerah (Pemda), tidak boleh lepas tangan dan tidak ikut memberikan pendampingan.

"Pemda juga harus bertanggung jawab atas hal ini. Memberikan dukungan dengan intens, melaksanakan sosialisasi melalui media, dan alat peraga lainnya guna meningkatkan jumlah masyarakat yang menggunakan hak pilih," ujar Tjahjo.

Selain itu, Tjahjo mengharapkan pemda dan jajaran bisa menjadi tenaga penghubung yang baik untuk masyarakat. Artinya perlu sikap responsif terhadap permasalahan di wilayah kerja mereka. Hal ini diperlukan untuk melakukan deteksi dini dan pemetaan potensi gangguan menjelang pemilu.

"Penyelenggaraan pemilu di-backup penuh tanpa terkecuali oleh seluruh pemangku kepentingan mulai kepolisan, TNI, BIN, Pemda, tokoh adat, tokoh masyarakat harus terlibat dengan cepat, supaya deteksi dini dapat diketahui dengan baik," pungkas Tjahjo.



Sumber: BeritaSatu.com